Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

opini

Urgensi Ekologi Politik Berkelanjutan

Visi dari bacapres tentang lingkungan berkelanjutan merupakan isu strategis yang mesti dinantikan.

Editor: Sudirman
Ist
Hamzah Jamaludin S.IP, M.SOS, Pemerhati Politik dan Demokrasi 

Oleh karena itu, isu ekonomi dan kesejahteraan sosial menjadi alat jualan untuk menarik para konstituen agar memilih mereka.

Jika dicermati bersama krisis lingkungan harus menjadi perhatian seluruh manusia.

Tentu hal ini harus dipengaruhi oleh pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

Krisis lingkungan

Jared Diamond melalui bukunya Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia (2018) menyebutkan ada beberapa negara yang menjadi perhatian di mana negara-negara seperti Indonesia, Kolombia dan Nepal, terancam kehilangan peradabannya.

Jared Diamond menyebutkan dalam bukunya salah faktor keruntuhan suatu negara bisa disebabkan oleh kerusakan lingkungan.

Bukan menjadi hal yang berlebihan mengapa Indonesia menjadi negara yang disebutkan dalam bukunya.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah. Namun, kekayaan alam ini bisa menjadi masalah yang cukup besar jika dikelola dengan tindakan eksploitasi.

Keterancaman ekosistem bumi yang terjadi diakibatkan dari bentuk pengelolaan yang keliru.

Kerusakan lingkungan merupakan pola-pola kebijakan yang hanya mementingkan aspek keuntungan semata, membiarkan kerusakan terjadi merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Pembangunan yang tidak memperlihatkan aspek keberlanjutan merupakan pelanggaran terhadap mahkluk yang hidup di bumi.

Alih fungsi hutan produktif menjadi wilayah pertambangan adalah aspek kesalahan dalam mengelola alam.

Kerusakan hutan menjadi wilayah pertambangan kerap terjadi di beberapa daerah, hal ini dibuktikan dengan bahwa Indonesia sumbang 58,2 persen perusakan hutan tropis akibat pertambangan (Kompas.com 2022).

Eksploitasi lingkungan yang mengeruk sumber daya alam terus menerus menciptakan ketidakstabilan di alam, pengelolaan yang keliru seperti ini berdampak bagi masa depan bumi.

Lingkungan menjadi tempat yang harus terus ditundukan bukan untuk diperbaharui dengan pemanfaatan secukupnya, cara-cara yang merusak dalam etika antroposentris ini yang memusatkan segala kebutuhan manusia harus terpenuhi dengan merusak alam.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved