opini
Urgensi Ekologi Politik Berkelanjutan
Visi dari bacapres tentang lingkungan berkelanjutan merupakan isu strategis yang mesti dinantikan.
Keraf (2002:35) menyatakan memakai logika antroposentris menyebabkan manusia bersikap untuk merusak dan mengeksploitasi terus menerus demi kepentingannya, tanpa memperhatikan aspek kelestarian berjenjang.
Cara pandang ekspolitasi, deskruktif dan tidak peduli terhadap kelestarian alam sebagai kekeliruan berpikir.
Merusak alam merupakan memperlambat kemajuan peradaban sebab tidak ada jaminan yang benar-benar dapat diwujudkan dengan melakukan tindakan merusak, dampaknya berakibat terhadap kerusakan lingkungan.
Tujuan ini lebih berorientasi mengejar kemakmuran ekonomi mengesampingkan aspek kelestarian alam.
Alam dibongkar dan dikeruk untuk jangka kesejahteraan sesaat. Risiko ini memunculkan siklus kerusakan yang terjadi, ketidakmampuan meminimalisir potensi ancaman pencemaran lingkungan dan kerusakan alam.
Perlakuan yang skeptis terhadap alam mengesampingkan untuk menghormati lingkungan hidup.
Antroposentris dengan manusia sebagai tokoh sentral menjaga jarak dengan alam.
Pertumbuhan ekonomi yang dikejar tidak sebanding dengan korban-korban kehancuran.
Ketidakberdayaan bagi orang-orang yang tidak memiliki akses terhadap sumber daya akan sangat rentan untuk terekslusi.
Sementara itu, alam dieksploitasi tanpa mementingkan aspek keberlanjutan.
Konsep pembangunan antroposentris memperpanjang jarak bahwa pembangunan yang diterjadi di Indonesia menampilkan perilaku merusak.
Komitmen menuju ekologi berkelanjutan
Agenda kelestarian lingkungan tidak pernah menjadi kampanye masif yang dilakukan oleh politisi di ruang publik.
Isu kelestarian lingkungan terlihat absen di ruang kampanye, karena hal ini tidak berkaitan dampak elektoral yang hendak terjadi ketika isu kampanye politik disuarakan.
Isu-isu populis lebih memantik dan menjual ketimbang agenda lingkungan yang berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hamzah-Jamaludin-SIP-MSOS-Pemerhati-Politik-dan-Demokrasi.jpg)