Opini
La Patau Penting Jadi Pahlawan Nasional
Soppeng adalah sebuah jazirah kuno di nusantara yang banyak melahirkan tokoh pejuang yang berdedikasi penuh untuk kemerdekaan Indonesia.
Teori konstitusi nusantara menarasikan Sembilan elemen penting yang sangat fundamental untuk dijadikan kerangka teori untuk mengusulkan La Patau Matanna Tikka sebagai Pahlawan Nasional.
Kesembilan elemen teori konstitusi nusantara adalah pertama peoples’s habits atau kebiasaan masyarakat, kedua living law atau hukum yang hidup.
Ketiga power of king atau kekuatan raja, keempat royal contitution atau konstitusi kerajaan, kelima archipelago territory atau kewilayahan nusantara.
Keenam kingdom structure atau Struktur Kerajaan, ketujuh consensus legality atau legalitas konsensus, kedelapan state regulation atau regulasi negara, dan kesembilan value transformation atau transformasi nilai.
Secara historis, filosofis, sosiologis, dan yuridis, La Patau Matanna Tikka Sultan Azimuddin Idris, ketika dikaji secara mendalam dalam aspek teori konstitusi nusantara, maka penting untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional.
Penulis sebagai penemu teori konstitusi nusantara akan menguraikan Sembilan elemen teori konstitusi nusantara sehingga menjadi landasan akademis dan ilmiah yang berbasis teoritis untuk mengusulkan La Patau menjadi Pahlawan Nasional.
Sehingga dapat menjadi literasi sejarah dan kebudayaan secara nasional, bahwa La Patau Matanna Tikka memiliki andil besar dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Karena kebesaran suatu bangsa bagi yang menghargai jejak masa lalu para leluhur dan pejuangnya untuk membawa misi kedamaian dan kemerdekan bagi rakyatnya.
Penghargaan bagi tokoh sejarah seperti gelar pahlawan nasional bukan tujuan utama, tetapi sebagai langkah mulia untuk memberikan literasi sejarah bagi generasi masa kini.
Negara-negara besar dalam pengalaman membangun peradabannya dengan menghargai leluhurnya yang berjasa bukan saja dalam bentuk penghargaan berkala kenegaraan dan nasional.
Tetapi menempatkan nilai perjuangannya tokoh sejarah yang diangkat kebesaran keteladanan untuk diwariskan bagi anak dan cucu kelak.
Pemberian penghargaan kepada tokoh besar seperti La Patau Matanna Tikka bukan suatu pengkultusan terhadap keberadaan masa lalu seorang raja dan sultan.
Tetapi menjadi “narasi edukasif” dalam berbagai dimensi kehidupan generasi bangsa di masa mendatang.
Sehingga penulis sebagai penemu teori konstitusi nusantara dan lahir dari tanah leluhur bugis Soppeng akan menguraikan sembilan parameter kelayakan La Patau Matanna Tikka untuk layak diusulkan menjadi pahlawan nasional.
Pertama pada masa lalu kehidupan nusantara terdapat banyak kebiasaan para Raja dan Sultan yang mengadung nilai-nilai kearifan dan keteladanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hendra-Sudrajat-Direktur-Dumantara-Riset-Institute.jpg)