Breaking News:

Bom di Gereja Makassar

Petinggi BIN Bocorkan Motif Lukman Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, 'Penerus Pengantin'

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pelaku merupakan pasangan suami istri asal Makassar. Pelaku laki-laki berinisial L

Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengunjungi Gereja Katedral, Jl Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (2/4/2021) sore. Petinggi BIN Bocorkan Motif Lukman Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, 'Penerus Pengantin' 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ledakan di Gereja Katedral Makassar masih menjadi isu internasional.

Pasalnya, bom ini adalah bom bunuh diri di mana kedua pelaku tewas.

Motif  bom Gereja Katedral mulai terkuak, setelah dibocorkan petinggi BIN.

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menyebut, salah satu motif teror bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, pada Minggu (28/3/2021), yakni balas dendam.

Sebab, mentor pelaku dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) terbunuh beberapa waktu lalu oleh aparat.

Pelaku bom bunuh diri berinisial L dan YSF disebut memiliki mentor bernama Rizaldi.

"Mentornya ini kan sebelumnya sudah kita kalkulasi bergerak dan ternyata tewas tertembak," kata Wawan dalam diskusi daring, Sabtu (3/4/2021).

Menurut Wawan, pelaku pengeboman di Gereja Katedral ingin melanjutkan rencana sang mentor.

Motif lainnya, kata Wawan, terkait adanya seruan dari ISIS untuk melakukan aksi penyerangan di negara masing-masing.

"Jadi penerus pengantin, dia ingin mewujudkan itu dan rencana serangan sejak Januari diwujudkan. Orang ini kan memang sedang dicari oleh aparat kemanan dan dia menyadari sedang dicari," ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved