Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tau Manusia Bugis

Buku 'Tau, Manusia Bugis': Cara Mengobati dan Menghindari Doti (Black Magic)

Secara garis besar orang Bugis membagi jenis sakit itu dalam dua kategori. Pertama, penyakit panas yang disebut lasa atau doko pella.

Editor: Edi Sumardi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi sihir. 

Gejala penyakit seperti ini dapat pula terjadi pada binatang terutama kuda, namun berbeda nama penyakitnya.

Paccak pada ternak disebut panrak.

Sama pula halnya dengan penyakit doti, anggota masyarakat Bugis menganggap serius penyakit paccak.

Penyakit tersebut termasuk sulit disembuhkan, kecuali bagi pengobat tradisional yang memang sudah ahli dan banyak pengalaman di bidang ilmu gaib.

Sehubungan dengan itu, seorang penderita penyakit paccak biasanya meminta pertolongan pada tokoh pengobat yang tersohor sebagai dukun sakti.

Apabila upaya pengobatan yang dilakukan oleh dukun setempat tidak berhasil memusnahkan kekuatan paccak, maka keluarga si penderita mencari dukun di daerah lain.

Untuk menyembuhkan dan mengobati penyakit paccak para dukun di daerah Sulawesi Selatan biasanya menggunakan, cara pengobatan fisik maupun non fisik.

Pengobatan fisik dilakukan dengan menerapkan semacam ramuan tradisional sedangkan pengobatan non fisik dilakukan atas dukungan ilmu-ilma mantera.

Ramuan tradisional yang biasa digunakan untuk mengobati sakit paccak, antara lain berupa ramuan yang bahan bakunya terdiri atas: daun takku Jawa (sejenis tanaman, mirip kunyit namun bentuknya lebih besar) dicampur dengan jahe secukupnya.

Setelah siap, ramuan tersebut kemudian ditumbuk, seterusnya dibalutkan pada bagian kaki yang terkena paccak.

Selain menggunakan resep tersebut maka para dukun biasanya memberikan pula pengobatan berupa air yang diberi mantera, kemudian diminumkan kepada si penderita, selebihnya dipercikkan pada bagian kaki yang sakit.

Karena paccak termasuk jenis penyakit yang sulit diduga kapan datangnya, di mana letaknya sehingga cara menghindarkanya lebih banyak diupayakan melalui sistem penangkal diri.

Dalam hal ini sistem penangkal diri terdiri atas:

(a) Jenis azimat yang bertujuan meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh terhadap serangan ilmu gaib dan kekuatan sakti; dan

(b) Jenis mantera-mantera yang bertujuan menjauhkan segala bentuk musibah.

Obat-obatan jenis penangkal, khusus berupa azimat biasa diperoleh dari dukun-dukun kampung, dapat pula merupakan warisan peninggalan orang tua.

Sementara itu penangkal yang berupa mantera-mantera umumnya diperoleh dari orang tua-tua di lingkungan keluarga masing-masing.(bersambung)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved