Larangan Natal di Bulukumba
Ada Bukti Screenshot di Facebook, Fakta-fakta Larangan Natal di Bulukumba Polisi Bergerak Cepat
Ada Bukti Screenshot di Facebook, Fakta-fakta Larangan Natal di Bulukumba Polisi Bergerak Cepat
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Mansur AM
5. Reaksi Ansor Sulsel: Bertentangan Pancasila!
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel
Ketua GP Ansor Sulawesi Selatan (Sulsel), M Rusdi Idrus, angkat bicara terkait batalnya perayaan Natal bersama umat Katolik Bulukumba.
Batalnya perayaan Natal bagi umat Katolik tersebut, karena ditolak oleh sekelompok warga, di Jl Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Ujung Bulu.
Umat katolik Bulukumba memang belum memiliki gereja di kabupaten berjuluk Butta Pnrita Lopi itu.
Sehingga, masih menggunakan salahsatu rumah di jalan tersebut, sebagai tempat ibadah sementara.
Menurut Rusdi, sikap sekelompok orang yang menolak perayaan natal sangat melukai kehidupan demokrasi.
Serta bertentangan dengan nilai-nilai pancasila, bahkan dengan nilai-nilai ke-Islaman itu sendiri.
"Perayaan ini hanya sekali setahun, kenapa sikap-sikap seperti ini masih saja ada, negara menjamin kebebasan atas setiap orang memeluk agamanya," sesal Rusdi, Selasa (24/12/2019).
Dan tentu, lanjut Rusdi, perayaan Natal sebagai hari libur nasional, juga sudah dijamin oleh negara dan konstitusi.
"Dalam konteks ini, negara harus hadir dan menjamin rasa aman atas pemeluk agamanya dalam merayakan hari Natal," jelas Rusdi.