Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Liputan Haji 2026

15 Tahun Menunggu Naik Haji, Indo Botting Asal Wajo Bawa Unta dari Mekkah

Jamaah tersebut adalah Ladi, seorang indo botting asal Kabupaten Wajo, yang tergabung dalam Kloter 10 Debarkasi Makassar. 

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
HAJI 2026 - Jamaah Haji kloter 10 Debarkasi Makassar asal Wajo, Ladi, memperlihatkan boneka unta yang dibawanya dari Arab Saudi sebagai oleh-oleh pulang haji, Senin (8/6/2026). Ladi menunggu 15 tahun untuk naik haji. 

TRIBUN-TIMUR,COM, MAKASSAR – Di tengah suasana haru dan bahagia kedatangan jamaah haji Kloter 10 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Senin (8/6/2026), seorang jamaah asal Kabupaten Wajo menarik perhatian. 

Bukan karena koper atau barang bawaannya, melainkan sejumlah boneka unta yang digantung di leher dan dipeluknya saat menunggu proses penerimaan jamaah usai kembali dari Tanah Suci.

Jamaah tersebut adalah Ladi, seorang indo botting asal Kabupaten Wajo, yang tergabung dalam Kloter 10 Debarkasi Makassar. 

Indo botting adalah istilah dalam bahasa Bugis yang secara harfiah berarti 'inang pengantin'.

Istilah ini merujuk pada sosok perempuan (banyak pula dari kalangan pria), yang berprofesi sebagai seorang perias atau penata rias adat yang bertugas mendampingi, merias, dan memandu pengantin wanita selama rangkaian prosesi pernikahan adat Bugis.

Boneka-boneka unta berwarna cokelat dengan berbagai ukuran yang dibawa Ladi menjadi perhatian sesama jamaah maupun keluarga yang hadir menyambut kepulangan mereka.

Ladi mengatakan boneka tersebut merupakan oleh-oleh yang telah dipesan khusus oleh keluarganya sebelum keberangkatannya ke Arab Saudi.

“Aku bawa unta, ini punya adik yang dipesan khusus,” katanya sambil menunjukkan boneka-boneka yang dibawanya di Aula Arafah.

Ia mengaku, membeli boneka unta untuk dibawa pulang ke kampung halamannya di Wajo.

“Ada beberapa unta yang saya beli, satu yang besar, lollong anak lollong indo,” ungkapnya.

Menurut Ladi, membawa pulang boneka unta menjadi pilihan karena hewan tersebut identik dengan kehidupan masyarakat Arab dan menjadi salah satu suvenir khas yang banyak dicari jamaah haji maupun umrah.

Di balik oleh-oleh yang dibawanya, Ladi menyimpan cerita panjang untuk bisa menunaikan ibadah haji. 

Ia mengaku harus menunggu selama 15 tahun sejak mendaftar hingga akhirnya mendapat kesempatan menjadi tamu Allah di Tanah Suci.

“Saya menunggu 15 tahun,” ungkapnya.

Meski menjalani ibadah di tengah jutaan jamaah dari berbagai negara, Ladi bersyukur seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar tanpa hambatan berarti.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved