Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Liputan Haji 2026

Jemaah Haji Selesai Jalani Rawat Inap Diprioritaskan Pulang ke Indonesia

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kini memprioritaskan pemulangan jemaah yang baru pulih agar dapat melanjutkan

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Muh Hasim Arfah
PEMULANGAN HAJI - Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj, Dani Pramudya, saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Kamis (4/6/2026). Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kini memprioritaskan pemulangan jemaah yang baru pulih agar dapat melanjutkan proses pemulihan bersama keluarga di Indonesia. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH – Bagi sebagian jemaah haji Indonesia, perjalanan spiritual di Tanah Suci tidak selalu berjalan mulus. 

Ada yang harus menjalani perawatan berhari-hari di rumah sakit Arab Saudi akibat kelelahan, gangguan pernapasan, hingga penyakit jantung setelah melewati puncak ibadah haji.

Namun begitu dinyatakan sembuh dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, para jemaah tersebut tidak harus menunggu lama untuk kembali ke Tanah Air.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kini memprioritaskan pemulangan jemaah yang baru pulih agar dapat melanjutkan proses pemulihan bersama keluarga di Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj, Dani Pramudya, mengatakan jemaah yang selesai menjalani perawatan langsung masuk dalam daftar prioritas pemulangan.

"Begitu keluar dari rumah sakit, proses administrasinya langsung kami percepat agar mereka bisa segera kembali ke Indonesia," kata Dani saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Kamis (4/6/2026).

Menurut Dani, kebijakan tersebut dilakukan karena fase pasca-perawatan menjadi masa yang sangat penting bagi pemulihan kesehatan jemaah.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, mereka membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan lingkungan yang lebih nyaman untuk memulihkan kondisi fisik.

Untuk mempercepat kepulangan, petugas menggunakan mekanisme tanazul atau pengalihan kelompok terbang (kloter).

Melalui sistem ini, jemaah yang baru sembuh dapat dipindahkan ke kloter lain yang memiliki jadwal kepulangan lebih dekat.

"Begitu pulang dari rumah sakit, kami langsung berkoordinasi dengan petugas kloter dan memproses tanazul agar bisa masuk ke penerbangan yang tersedia menuju Indonesia," ujarnya.

Proses tersebut melibatkan koordinasi intensif antara petugas kesehatan, petugas kloter, dan penyelenggara haji agar perpindahan jadwal penerbangan berjalan lancar tanpa mengganggu operasional pemulangan secara keseluruhan.

Selain alasan kesehatan, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi psikologis jemaah yang umumnya ingin segera berkumpul kembali dengan keluarga setelah melewati masa perawatan di negeri orang.

Menurut Dani, apabila seluruh rukun dan kewajiban haji telah selesai ditunaikan, tidak ada alasan untuk menahan jemaah lebih lama di Arab Saudi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved