Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Liputan Haji 2026

Wakil Menteri Haji Arab Saudi Apresiasi Transformasi Haji Indonesia

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menerima kunjungan Dr Fatah. 

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Muh Hasim Arfah
TATA KELOLA HAJI - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menerima kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr Abdul Fattah Al-Mashat di Kantor Daerah Kerja Makkah, Kamis (4/6/2026). Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap berbagai perubahan mendasar yang dilakukan Indonesia dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap berbagai perubahan mendasar yang dilakukan Indonesia dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. 

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr Fatah Al-Masyad, saat mengunjungi Kantor Misi Haji Indonesia, beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menerima kunjungan Dr Fatah. 

Kunjungan tersebut dinilai istimewa karena pejabat setingkat menteri maupun wakil menteri haji Arab Saudi jarang datang langsung ke kantor misi haji negara peserta.

"Kami cukup surprise karena dalam penyelenggaraan haji biasanya menteri atau wakil menteri jarang datang ke kantor misi haji. Kali ini beliau datang langsung dan menyampaikan berbagai hal penting terkait penyelenggaraan haji," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak. 

Dalam pertemuan tersebut, Dr Fatah Al-Masyad menyoroti berbagai perubahan besar yang terjadi dalam sistem penyelenggaraan haji tahun ini.

Menurutnya, reformasi yang dilakukan Arab Saudi merupakan perubahan yang bersifat radikal.

"Beliau menyebut adanya perubahan-perubahan yang radikal, mulai dari sistem nusuk, pengelolaan visa, hingga berbagai aspek layanan lainnya," kata Dahnil.

Selain membahas evaluasi penyelenggaraan haji 2026, kedua pihak juga mendiskusikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi jemaah saat puncak haji, khususnya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kepadatan jemaah di Mina. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi mendorong optimalisasi skema tanazul sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan di kawasan yang memiliki keterbatasan ruang tersebut.

"Beliau menyampaikan jika memungkinkan sekitar 50 persen jemaah dapat menggunakan skema tanazul di Mina, maka akan dipertimbangkan. Ini menjadi salah satu opsi untuk mengurangi kepadatan karena kapasitas Mina sangat terbatas," ujarnya.

Pemerintah Indonesia pun membuka kemungkinan untuk memperluas penerapan skema tanazul pada musim haji mendatang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Arab Saudi juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah transformasi yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, termasuk pembentukan dan penguatan kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah Indonesia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved