Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bone dan Wajo Jadi Prioritas KBD Tebu 2026, Petani Sambut Gembira

al itu disambut positif petani sebab mampu mengurangi ketergantungan  terhadap tengkulak dan rentenir bibit.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PETANI TEBU - Petani tebu milenial di Kecamatan Kahu, Arfandy bersama rekan saat meninjau rencana program Kebun Benih Datar (KBD) Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Minggu (7/6/2026). Petani tebu milenial di Kecamatan Kahu, Arfandy mengaku program KBD menjadi solusi yang telah lama dinantikan petani. 

TRIBUNTIMUR.COM, BONE – Kabupaten Bone dan Wajo ditetapkan Kementerian Pertanian RI sebagai lokasi prioritas pengembangan Kebun Benih Datar (KBD) tebu di Sulawesi Selatan tahun 2026.

Hal itu disambut positif petani sebab mampu mengurangi ketergantungan  terhadap tengkulak dan rentenir bibit.

Apalagi, selama ini dinilai membebani biaya produksi.

Petani tebu milenial di Kecamatan Kahu, Arfandy mengaku program KBD menjadi solusi yang telah lama dinantikan petani.

“Dulu kalau mau tanam kami harus membeli bibit dari tengkulak. Harganya mahal dan pembayarannya dipotong saat tebu digiling di pabrik gula," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (7/6/2026).

Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan menyalurkan bantuan benih inti varietas unggul, pelatihan teknis, serta pendampingan kepada koperasi dan kelompok tani yang mengelola kebun benih di dua kabupaten tersebut.

"Ada bunga yang cukup memberatkan. Sekarang dengan adanya KBD, kami merasa lebih lega. Terima kasih Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas perhatian kepada petani tebu seperti kami,” tuturnya.

Arfandy menyebut, koperasi diharapkan menjadi pusat penyediaan benih sekaligus benteng petani dari praktik pinjaman berbunga tinggi.

“Kami ingin koperasi menjadi pelopor kemandirian benih. Kalau koperasi kuat, petani tidak lagi bergantung pada rentenir atau tengkulak bibit dan petani mengendalikan kebutuhan benihnya sendiri,” sebutnya.

Di Kabupaten Bone, khususnya Kecamatan Kahu, sedikitnya 25 kelompok tani tebu rakyat telah terlibat dalam program ini dengan total luas lahan sekitar 300 hektare. 

Petani secara gotong royong melakukan persiapan lahan, pembuatan guludan, hingga pemeliharaan kebun benih.

Kementerian Pertanian menargetkan model KBD berbasis koperasi yang dikembangkan di Bone dan Wajo dapat menjadi contoh pengembangan sentra tebu rakyat di Indonesia Timur. 

Selain meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis menuju swasembada gula nasional melalui ketersediaan benih unggul yang dikelola langsung oleh petani.

Saat ini, pengembangan KBD tebu di Bone dan Wajo telah mencapai luas sekitar 250 hektare. 

Area tersebut, ditargetkan produksi hingga 90 juta mata bibit yang siap disebarkan untuk mendukung perluasan areal tanam baru seluas 1.500 hektare.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved