Kemarau Sulsel
BMKG: Waspada Cuaca Panas!
Kondisi ini diperparah dengan potensi fenomena El Nino berintensitas lemah, diperkirakan mulai terasa pada Juli 2026.
Di sektor pertanian, petani disarankan menggunakan varietas tanaman tahan terhadap kekeringan.
Sementara di sektor sumber daya air, pemerintah diminta mengoptimalkan waduk dan cadangan air.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau lahan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, warga diimbau menjaga kesehatan selama periode cuaca panas dengan mencukupi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari dan menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk mendapatkan informasi resmi, masyarakat dapat mengakses aplikasi Info BMKG, situs resmi bmkg.go.id, serta kanal media sosial BMKG.
Modifikasi Cuaca
BPBD Sulsel merancang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mencegah dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini.
Langkah tersebut disiapkan sebagai bentuk antisipasi dini, seiring prakiraan kemarau yang melanda Sulawesi Selatan secara bertahap.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengatakan pihaknya mulai menyusun berbagai langkah mitigasi.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan OMC.
OMC dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjaga curah hujan di tengah potensi kekeringan.
Selain itu, teknologi ini juga diharapkan dapat menjaga produksi pertanian serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Jika memungkinkan, selama masih ada bibit awan, kita akan upayakan langkah teknologi OMC,” kata Amson, belum lama ini.
Menurut dia, ketersediaan air dan pencegahan karhutla menjadi fokus utama pemerintah daerah selama musim kemarau.
Hal ini karena kebutuhan air baku, khususnya untuk air minum, selama ini masih bergantung pada sumber air permukaan.
Karena itu, BPBD Sulsel mulai menjajaki alternatif sumber air lain yang bisa dimanfaatkan.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pengelola sumber daya air serta perusahaan daerah air minum (PDAM) di kabupaten/kota.
“Ini penting untuk mencari sumber air selain air permukaan, termasuk penyiapan sumur bor,” ujarnya.
Amson menyatakan pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki pengalaman dalam menghadapi musim kemarau.
Pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah program seperti pembangunan sumur bor untuk pertanian telah dilakukan.
Selain itu, kerja sama dengan TNI juga pernah dilakukan untuk penyediaan sumber air di wilayah permukiman.
Langkah serupa, termasuk pembangunan embung sebagai penampung air, akan dioptimalkan lagi menghadapi kemarau tahun ini.(*)
| Makassar Mulai Siaga Kemarau Ekstrem |
|
|---|
| Suhu Udara Maros Capai 33 Derajat Celcius, BMKG: ke Depan Cuaca Lebih Panas Lagi |
|
|---|
| Daftar 6 Wilayah Makassar Rawan Kekeringan Tahun ini |
|
|---|
| BPBD Bulukumba Siaga Kemarau, Peralatan dan Mobil Tangki Mulai Disiapkan |
|
|---|
| El Nino Godzilla Ancam Nelayan Wajo, Ikan Bermigrasi, Hasil Tangkapan Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rizky-Yudha-Ketua-Tim-Bidang-Meteorol.jpg)