Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kemarau Sulsel

Makassar Mulai Siaga Kemarau Ekstrem

Kewaspadaan meningkat akibat potensi El Nino yang berpotensi menekan curah hujan di berbagai wilayah.

Tribun-timur.com/KASWADI
KEMARAU EKSTREM - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin ditemui di sela kunjungan ke latihan PSM Makassar di Stadion Kalegowa, Senin (6/4/2026) sore. Munafri Arifuddin menyatakan, kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mempercepat langkah antisipasi menghadapi ancaman kemarau ekstrem pada pertengahan 2026.

Kewaspadaan meningkat akibat potensi El Nino yang berpotensi menekan curah hujan di berbagai wilayah.

Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin (50) menyatakan kesiapsiagaan hadapi perubahan iklim kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Dampak El Nino tidak hanya berpotensi menyebabkan kekeringan panjang, tetapi juga mengganggu ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Disampaikan Appi saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Fenomena El Nino di Balai Kota Makassar, Kamis (16/4/2026).

“Melalui forum ini, kita menyusun langkah konkret dan terintegrasi agar setiap perangkat daerah bergerak cepat menghadapi potensi krisis air akibat El Nino,” ujarnya.

Dalam rapat, Pemkot menempatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pusat komando penanganan.

BPBD akan menjadi leading sector dalam mengatur langkah teknis, khususnya terkait ancaman kekeringan dan distribusi air bersih.

Ketua DPD II Partai Golkar Makassar ini menegaskan, seluruh organisasi perangkat daerah harus bergerak terpadu dalam satu sistem kerja.

Namun, pelaksanaan di lapangan akan dikendalikan langsung melalui BPBD agar penanganan lebih terarah.

“BPBD menjadi aktor utama untuk memastikan seluruh proses berjalan, termasuk ketersediaan dan distribusi air,” katanya.

Ia menegaskan perencanaan tidak boleh berhenti di atas kertas.

Setiap skenario penanganan harus disusun secara rinci, mulai dari sumber air, armada pengangkut, titik distribusi, hingga mekanisme pembagian ke masyarakat.

Krisis air dapat menimbulkan dampak berantai yang luas.

Selain mengganggu kebutuhan dasar warga, kondisi itu berpotensi memicu penyakit, menghambat aktivitas pendidikan, hingga menimbulkan persoalan sosial.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved