Dalam Sunyi Nurdin dan Irwan 3 Dekade Jaga Arsip Sulawesi Selatan
Sekitar 40 ribu boks arsip dari 24 kabupaten/kota terjaga di ruangan lantai tiga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Baju putih, masker, dan perlengkapan lain melindungi tubuh dari debu dan mikroorganisme yang menempel di kertas tua.
Sekitar 40 ribu boks arsip dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan terjaga dalam ruangan itu.
Ada arsip statis, ada juga arsip inaktif.
Semuanya menyimpan jejak waktu dan masa.
Sejak 1 Maret 1989, Nurdin telah bergelut dengan arsip.
Bukan lagi sekadar pekerjaan, sudah menjadi cerita hidup.
Nurdin ingat jelas dokumen pertama yang ia tangani.
Arsip tentang Celebes, nama lama Pulau Sulawesi, yang ditulis dalam bahasa Belanda.
Pernah juga arsip Negara Indonesia Timur (NIT) ia rawat dengan tangannya sendiri.
"Sudah 37 tahun saya berurusan dengan arsip," ujarnya.
Arsip tertua berasal dari tahun 1826.
Isinya tentang perdagangan kopra dari Pulau Selayar pada masa kolonial Belanda.
Arsip ini ditulis dalam bahasa yang kini tak banyak lagi dipahami.
"Arsip paling banyak dari Selayar. Yang tertua soal perdagangan kopra," katanya.
Menjaga arsip bukan perkara sederhana.
| Kodim 1422 Maros: 38 KMP Sudah Terbangun, Target 57 Unit Agustus |
|
|---|
| 1.838 ASN Maros Kerja dari Rumah Tiap Jumat, Guru-Nakes Normal |
|
|---|
| Politeknik se-Indonesia Suarakan Status Setara Universitas di Kota Makassar |
|
|---|
| Profil Mahmud Nazly Harahap Satu-satunya Akpol 1997 Sandang Jenderal Bintang 2, Anak Mantan Bupati |
|
|---|
| Suasana WFH Perdana di Kantor Gubernur Sulsel, Cuma 1 Orang Ngantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260410-Arsip-Sulsel.jpg)