Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dalam Sunyi Nurdin dan Irwan 3 Dekade Jaga Arsip Sulawesi Selatan

Sekitar 40 ribu boks arsip dari 24 kabupaten/kota terjaga di ruangan lantai tiga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Istimewa/Nurdin
ARSIP SULSEL - Nurdin, Arsiparis Ahli Madya saat memperlihatkan kondisi salah satu arsip sejarah di Kantor Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Sulsel di Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM 12, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar pada Jumat (10/4/2026). 

Baju putih, masker, dan perlengkapan lain melindungi tubuh dari debu dan mikroorganisme yang menempel di kertas tua.

Sekitar 40 ribu boks arsip dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan terjaga dalam ruangan itu.

Ada arsip statis, ada juga arsip inaktif.

Semuanya menyimpan jejak waktu dan masa.

Sejak 1 Maret 1989, Nurdin telah bergelut dengan arsip

Bukan lagi sekadar pekerjaan, sudah menjadi cerita hidup.

Nurdin ingat jelas dokumen pertama yang ia tangani.

Arsip tentang Celebes, nama lama Pulau Sulawesi, yang ditulis dalam bahasa Belanda. 

Pernah juga arsip Negara Indonesia Timur (NIT) ia rawat dengan tangannya sendiri.

"Sudah 37 tahun saya berurusan dengan arsip," ujarnya.

Arsip tertua berasal dari tahun 1826.

Isinya tentang perdagangan kopra dari Pulau Selayar pada masa kolonial Belanda.

Arsip ini ditulis dalam bahasa yang kini tak banyak lagi dipahami.

"Arsip paling banyak dari Selayar. Yang tertua soal perdagangan kopra," katanya.

Menjaga arsip bukan perkara sederhana.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved