Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dalam Sunyi Nurdin dan Irwan 3 Dekade Jaga Arsip Sulawesi Selatan

Sekitar 40 ribu boks arsip dari 24 kabupaten/kota terjaga di ruangan lantai tiga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Istimewa/Nurdin
ARSIP SULSEL - Nurdin, Arsiparis Ahli Madya saat memperlihatkan kondisi salah satu arsip sejarah di Kantor Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Sulsel di Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM 12, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar pada Jumat (10/4/2026). 

Lembaran-lembaran kertas tampak rapuh.

Menyimpan  debu, jamur, hingga mikroorganisme.

Ancamannya tentu kesehatan siapa saja yang bersentuhan langsung dengan arsip.

"Risikonya tinggi. Ini ada kumannya, karena kertas kan. Itulah kenapa kita harus pakai alat pelindung diri," kata Nurdin.

Setiap enam bulan sekali, ruang depo itu kembali memasuki siklus sunyi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. 

Fumigasi dilakukan, proses sterilisasi dengan menyemprotkan bahan kimia membasmi jamur dan hama yang terus mengintai di sela waktu.

Saat proses itu berlangsung, ruangan ditutup rapat.

Arsip dipisahkan dari dunia luar dan manusia.

Tak ada aktivitas, tak ada lalu lalang selama 2 pekan.

Hanya ruang kosong yang dipenuhi zat kimia bekerja dalam diam.

"Begitu dimasukkan obat, ruangan ini ditutup. Tidak boleh ada yang masuk. Dua minggu baru bisa dibuka," jelasnya.

Rentang lebih singkat setiap tiga bulan, sekitar 40 ribu boks arsip harus diisi kamper satu per satu.

Kamper atau kapur barus umumnya digunakan sebagai insektisida demi mencegah kerusakan.

Saat ini restorasi arsip atau upaya perbaikan dan penyelamatan arsip yang sudah rusak masih sangat minim sekali.  

Tidak semua dokumen bisa diselamatkan dalam waktu bersamaan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved