Dalam Sunyi Nurdin dan Irwan 3 Dekade Jaga Arsip Sulawesi Selatan
Sekitar 40 ribu boks arsip dari 24 kabupaten/kota terjaga di ruangan lantai tiga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Lembaran-lembaran kertas tampak rapuh.
Menyimpan debu, jamur, hingga mikroorganisme.
Ancamannya tentu kesehatan siapa saja yang bersentuhan langsung dengan arsip.
"Risikonya tinggi. Ini ada kumannya, karena kertas kan. Itulah kenapa kita harus pakai alat pelindung diri," kata Nurdin.
Setiap enam bulan sekali, ruang depo itu kembali memasuki siklus sunyi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Fumigasi dilakukan, proses sterilisasi dengan menyemprotkan bahan kimia membasmi jamur dan hama yang terus mengintai di sela waktu.
Saat proses itu berlangsung, ruangan ditutup rapat.
Arsip dipisahkan dari dunia luar dan manusia.
Tak ada aktivitas, tak ada lalu lalang selama 2 pekan.
Hanya ruang kosong yang dipenuhi zat kimia bekerja dalam diam.
"Begitu dimasukkan obat, ruangan ini ditutup. Tidak boleh ada yang masuk. Dua minggu baru bisa dibuka," jelasnya.
Rentang lebih singkat setiap tiga bulan, sekitar 40 ribu boks arsip harus diisi kamper satu per satu.
Kamper atau kapur barus umumnya digunakan sebagai insektisida demi mencegah kerusakan.
Saat ini restorasi arsip atau upaya perbaikan dan penyelamatan arsip yang sudah rusak masih sangat minim sekali.
Tidak semua dokumen bisa diselamatkan dalam waktu bersamaan.
| Kodim 1422 Maros: 38 KMP Sudah Terbangun, Target 57 Unit Agustus |
|
|---|
| 1.838 ASN Maros Kerja dari Rumah Tiap Jumat, Guru-Nakes Normal |
|
|---|
| Politeknik se-Indonesia Suarakan Status Setara Universitas di Kota Makassar |
|
|---|
| Profil Mahmud Nazly Harahap Satu-satunya Akpol 1997 Sandang Jenderal Bintang 2, Anak Mantan Bupati |
|
|---|
| Suasana WFH Perdana di Kantor Gubernur Sulsel, Cuma 1 Orang Ngantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260410-Arsip-Sulsel.jpg)