Koperasi Merah Putih
Kodim 1422 Maros: 38 KMP Sudah Terbangun, Target 57 Unit Agustus
Kodim 1422 Maros bersama pemerintah daerah mengebut pembangunan KMP. Sebanyak 38 unit sudah mulai terbangun, tujuh di antaranya hampir rampung.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Maros, Sulsel menargetkan pembangunan 57 Koperasi Merah Putih (KMP) hingga 1 Agustus 2026.
- Saat ini, 38 unit sudah mulai terbangun, tujuh di antaranya hampir rampung.
- Komandan Kodim 1422 Maros Letkol Arm Agung Yuhono menyebut kendala utama adalah keterbatasan lahan dan cuaca.
- Setiap KMP akan mengelola anggaran Rp3 miliar dengan unit usaha apotek, sembako, simpan pinjam, hingga gudang logistik.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sebanyak 57 Koperasi Merah Putih (KMP) ditargetkan dibangun di Kabupaten Maros hingga 1 Agustus mendatang.
Dari total target tersebut, 38 unit di antaranya telah mulai terbangun dan tersebar di sejumlah wilayah.
Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, mengatakan sudah ada tujuh titik hampir rampung hingga 100 persen.
Tujuh KMP itu berada di Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Mandai, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Desa Sambueja, Kecamatan Simbang dan Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu.
Agung menjelaskan, pemerintah daerah bersama camat memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut.
Terutama dalam hal penyediaan lahan untuk pembangunan KMP.
“Bupati dan camat bertugas menyiapkan lahan untuk pembangunan,” katanya dalam media gathering di Aula Kodim Maros, Jumat (10/4/2026).
Untuk mendirikan satu unit KMP, dibutuhkan lahan yang cukup luas.
Ia menyebutkan, ukuran ideal bangunan sekitar 30 x 20 meter.
Sementara luas lahan yang dibutuhkan kurang lebih mencapai 1.000 meter persegi.
“Namun jika tersedia lahan sekitar 600 meter persegi, pembangunan KMP masih memungkinkan dilakukan,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan.
Salah satunya keterbatasan lahan di beberapa wilayah.
“Kendalanya itu di Turikale dan Maros Baru, karena minimnya lahan yang tersedia,” katanya.
Selain faktor lahan, kondisi cuaca juga menjadi tantangan dalam proses pembangunan.
| Presiden BEM UIN Alauddin Makassar Desak Transparansi Anggaran Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Tak Hanya Hutan Kota, Gerai Koperasi Merah Putih Juga Dibangun di Monumen Suppa Pinrang |
|
|---|
| Jenderal TNI Keliling Bone Sulsel Pantau Pembangunan Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Bupati Daeng Manye Resmikan Koperasi Desa Merah Putih Boddia, Koperasi Aktif 50 Lebih di Takalar |
|
|---|
| 50 Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi di Takalar, Daeng Manye: Karena Dukungan Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-10-april-kmp.jpg)