Dalam Sunyi Nurdin dan Irwan 3 Dekade Jaga Arsip Sulawesi Selatan
Sekitar 40 ribu boks arsip dari 24 kabupaten/kota terjaga di ruangan lantai tiga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Berbagai catatan sejarah Sulawesi Selatan tersimpan dengan rapi di ruangan lantai tiga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.
- Nurdin salah satu penjaga ruang arsip Sulsel menyebut berbagai informasi sejarah tersimpan di dalamnya termasuk arsip tertua tahun 1826 berisi tentang perdagangan kopra dari Pulau Selayar pada masa kolonial Belanda.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ruang sunyi tapi ramai ingatan.
Satu ruangan yang penuh dengan kisah tertutup rapat di lantai tiga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jl Perintis Kemerdekaan.
Tanpa ada suara, hanya jejeran boks dan loker.
Pintunya selalu tertutup rapat. Hanya sistem sidik jadi dan kamera pengawas yang menjaganya 24 jam.
Ruangannya adem, pendingin ruangan bekerja dengan baik.
Pejabat dinas menyebutnya 'depo arsip'.
Nurdin, Arsiparis Ahli Madya sosok bertanggungjawab dibalik ribuan boks kertas.
Puluhan tahun tugasnya menjaga arsip itu.
Dirinya hapal setiap isi boks dan tata letak arsip itu.
"Arsip itu sifatnya rahasia, sangat security. Makanya di pintu itu ada sidik jari, ada CCTV," kata Nurdin di Kantor Dinas Perpusatakaan dan Kerasipan Sulsel di Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM 12, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar pada Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Siapa Kita Tanpa Arsip Negara?
Saat ini hanya ada dua orang yang diberi kepercayaan menjaga depo arsip.
Nurdin adalah salah satunya.
Tidak sembarang orang bisa masuk di ruang kerjanya.
Bahkan ada syarat khusus. Jika tidak dipatuhi, arsip jadi taruhannya.
Layaknya ruang para dokter, setiap orang harus mengenakan alat pelindung diri.
| Kodim 1422 Maros: 38 KMP Sudah Terbangun, Target 57 Unit Agustus |
|
|---|
| 1.838 ASN Maros Kerja dari Rumah Tiap Jumat, Guru-Nakes Normal |
|
|---|
| Politeknik se-Indonesia Suarakan Status Setara Universitas di Kota Makassar |
|
|---|
| Profil Mahmud Nazly Harahap Satu-satunya Akpol 1997 Sandang Jenderal Bintang 2, Anak Mantan Bupati |
|
|---|
| Suasana WFH Perdana di Kantor Gubernur Sulsel, Cuma 1 Orang Ngantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260410-Arsip-Sulsel.jpg)