Penganiayaan Ketua DPRD
Respon Golkar Sulsel Ketua DPRD Soppeng Diduga Aniaya Pejabat BKPSDM, Posisi Andi Farid Masih Aman
Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menyatakan bahwa perkara tersebut merupakan masalah pribadi.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap ASN bernama Rusman, Kabid di BKPSDM Soppeng.
- Kasus ini sedang ditangani Polres Soppeng dengan pemeriksaan saksi dan visum.
- Rusman mengaku dianiaya di ruang kerjanya, termasuk dilempar kursi dan ditendang.
- Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menegaskan dugaan penganiayaan yang melibatkan Andi Muhammad Farid merupakan persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan Partai Golkar.
TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, dilapor ke polisi dugaan penganiayaan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Korbannya ialah Rusman Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM.
Andi Muhammad Farid merupakan politisi Partai Golkar.
Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menyatakan bahwa perkara tersebut merupakan masalah pribadi.
Hal itu tidak berkaitan dengan organisasi partai.
Baca juga: Berawal Pertanyakan SK PPPK Ajudannya, Ketua DPRD Soppeng Diduga Aniaya Kabid BKPSDM
Muhidin menyatakan Partai Golkar tetap menghormati proses hukum yang berjalan.
Jika nantinya yang bersangkutan terbukti bersalah, partai tidak akan menghalangi penegakan hukum.
“Kita tetap menghargai proses hukum. Kalau memang salah, ya kami tidak ada masalah, yang penting diproses secara baik. Itu urusan pribadi,” ujar Muhidin kepada Tribun Timur, Selasa (6/1/2026).
Muhidin mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut ke internal Golkar Sulsel.
Ia juga menyebutkan belum ada komunikasi langsung dari Ketua DPRD Soppeng yang dilaporkan tersebut.
“Sejauh ini belum ada laporan resmi ke kita. Yang bersangkutan juga belum ada komunikasi,” tegas politisi kelahiran Soppeng, 7 Oktober 1950, tersebut.
Muhidin menambahkan, meski yang bersangkutan merupakan kader Partai Golkar, perbuatan yang dilaporkan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
Ia mengaku belum mengetahui secara detail kronologi kejadian dugaan penganiayaan tersebut.
“Dia memang kader Golkar, tetapi perbuatannya itu urusan pribadi masing-masing,” tandasnya.
Pemda Siapkan Bantuan Hukum
| Ketua DPRD Soppeng Terancam Dicopot? Rusman Laporkan Andi Muhammad Farid ke Badan Kehormatan |
|
|---|
| 'Jangan Bertele-tele' Tim Hukum Rusman Desak Polres Periksa Ketua DPRD Soppeng Farid |
|
|---|
| Terungkap Alasan Ketua DPRD Soppeng Farid Laporkan Balik Rusman |
|
|---|
| Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid Lapor Balik ASN BKPSDM ke Polisi |
|
|---|
| Bupati Soppeng Suwardi Haseng Pilih Netral dalam Masalah Rusman vs Ketua DPRD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-06-Muhidin-usai-pimpin-konsolidasi-jelang-Musda-Golkar-Sulsel.jpg)