Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 2026

Ekonom Unismuh Makassar: Perputaran Uang Lebaran 2026 Tak Setinggi Tahun Lalu

Perputaran uang Lebaran 2026 diprediksi tidak setinggi tahun sebelumnya, daya beli menekan.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Rudi Salam
EKONOM UNISMUH - Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Abdul Muttalib Hamid, di Makassar, Selasa (24/2/2026). Ia menyebut perputaran uang Lebaran 2026 diprediksi tidak setinggi tahun sebelumnya, daya beli menekan. 

Ringkasan Berita:
  • Perputaran uang selama Lebaran Idulfitri 2026 diperkirakan tetap tinggi, tapi tidak melebihi tahun-tahun sebelumnya. 
  • Ekonom Unismuh Makassar, Abdul Muttalib Hamid, menyebut tekanan daya beli, inflasi pangan, penurunan tabungan rumah tangga, dan pelemahan rupiah sebagai faktor utama. 
  • Bank Indonesia menyiapkan Rp185,6 triliun uang tunai secara nasional, sementara jadwal THR yang lebih panjang dan program diskon transportasi diharapkan menopang konsumsi masyarakat.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perputaran uang selama momentum Lebaran Idulfitri 2026 diperkirakan tetap besar, namun tidak akan lebih tinggi seperti beberapa tahun sebelumnya. 

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Abdul Muttalib Hamid, menilai sejumlah indikator ekonomi menunjukkan adanya tekanan pada daya beli masyarakat.

Menurut Muttalib, secara teoritis dinamika perputaran uang saat Lebaran dapat dianalisis menggunakan pendekatan ekonometrik melalui model regresi multivariat. 

Dalam model tersebut, total perputaran uang dijadikan variabel utama yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi.

Seperti besaran Tunjangan Hari Raya (THR), inflasi pangan, tingkat tabungan rumah tangga, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Model ini menghubungkan variabel-variabel tersebut menggunakan data runtun waktu dari beberapa tahun terakhir,” kata Muttalib, kepada Tribun-Timur.com, Rabu (4/3/2026).

Muttalib mencontohkan, kenaikan inflasi pangan sebesar satu persen dapat menekan nilai transaksi Lebaran sekitar 5 hingga 8 persen karena berkurangnya daya beli masyarakat.

Secara makro, konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama ekonomi nasional juga masih menghadapi tekanan. 

Padahal sektor ini menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

Di sisi lain, Bank Indonesia tetap menyiapkan pasokan uang kartal dalam jumlah besar untuk menghadapi kebutuhan transaksi selama Ramadan dan Idulfitri.

Tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan sekitar Rp185,6 triliun uang tunai secara nasional, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Abdul Muttalib menjelaskan, ada sejumlah faktor yang diperkirakan memengaruhi besar kecilnya perputaran uang Lebaran tahun 2026. 

Salah satunya adalah melemahnya daya beli kelas menengah yang tercermin dari penurunan tabungan rumah tangga dalam beberapa bulan terakhir.

“Kondisi ini membuat banyak keluarga lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang dan cenderung menahan konsumsi yang bersifat impulsif,” katanya.

Tekanan lain datang dari potensi kenaikan harga pangan menjelang Lebaran. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved