Ramadan 2026
Buka Puasa Masjid Agung Palopo Tembus 400 Orang per Hari
Setiap sore, ratusan jemaah memadati Masjid Agung Luwu Palopo untuk berbuka puasa.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sukmawati Ibrahim
Selain jemaah sekitar masjid, sejumlah instansi juga kerap hadir untuk berbuka puasa bersama, mulai dari unsur kejaksaan hingga pemerintah daerah.
Kehadiran mereka dijadwalkan sebelumnya agar distribusi makanan tetap terkendali.
Menurut Bakhtiar, tantangan terbesar justru datang dari para musafir yang singgah tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Lokasi masjid yang strategis, serta area parkir yang luas dan nyaman, membuat banyak pelintas memilih berhenti serta berbuka di Masjid Agung.
“Yang sulit diprediksi itu musafir. Kadang satu mobil datang, bahkan lebih. Mereka singgah karena merasa nyaman di sini,” tambahnya.
Dalam kondisi tertentu, jumlah musafir yang datang membuat total jemaah melampaui stok makanan yang telah disiapkan.
Namun pengurus telah menyiapkan skema darurat.
“Kalau stok hanya 300 porsi, tetapi yang datang 400 orang, kami langsung memesan tambahan. Di sekitar masjid banyak penjual dan kami sudah bekerja sama dengan mereka, sehingga bisa segera dieksekusi. Langkah cepat ini menjadi komitmen kami agar seluruh jemaah tetap mendapatkan hidangan berbuka tanpa terkecuali,” jelasnya.
Bakhtiar berharap partisipasi masyarakat terus meningkat, tidak hanya dalam bentuk donasi, tetapi juga dukungan manajerial serta ide-ide pengembangan masjid.
Ke depan, pengurus berharap program Amalia Ramadan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga semakin memperkuat peran Masjid Agung Luwu Palopo sebagai ruang ibadah sekaligus ruang sosial bagi masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat terus mengambil andil. Masjid ini milik bersama. Selama Ramadan, kami ingin semua yang datang, baik jemaah sekitar maupun musafir, merasa terlayani dengan baik,” pungkasnya.
Salah seorang warga Palopo, Ary, mengaku sangat mengapresiasi program buka puasa bersama yang digelar pengurus masjid.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarjemaah.
“Program ini sangat membantu, terutama bagi kami yang kadang masih di luar rumah menjelang magrib. Selain itu, suasananya juga terasa hangat karena bisa berbuka bersama banyak orang,” ujar Ary.
Ia menilai pengelolaan yang dilakukan panitia Amalia Ramadan sudah cukup baik dan tertib.
Makanan dibagikan secara teratur sehingga jemaah tetap nyaman meski jumlahnya cukup banyak.
“Semoga ke depan program seperti ini terus dipertahankan, bahkan bisa ditingkatkan lagi. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur.com, Andi Bunayya Nandini
| Harga Kebutuhan Pokok di Gowa Stabil, Cabai Rawit dan Ayam Naik |
|
|---|
| Ada Dapat Diskon dan Tidak: Cerita Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Soal Tiket Jelang Lebaran |
|
|---|
| Baznas Wajo Terima Zakat Mal Rp100 Juta, Fidyah Rp15 Juta hingga 26 Ramadan |
|
|---|
| ASN Luwu Boleh WFA 16-17 Maret dan 25-27 Maret, Maksimal Sepertiga Pegawai |
|
|---|
| Tarawih Tetap Ramai, Tapi Celengan Masjid Al Markaz Maros Menurun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-26-feb-palopo1234455.jpg)