Ramadan 2026
Buka Puasa Masjid Agung Palopo Tembus 400 Orang per Hari
Setiap sore, ratusan jemaah memadati Masjid Agung Luwu Palopo untuk berbuka puasa.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Program buka puasa bersama di Masjid Agung Luwu Palopo, Sulsel meningkat selama Ramadan 2026.
- Setiap hari 300-400 jemaah berbuka puasa, termasuk musafir yang singgah.
- Pengurus menyiapkan ratusan porsi makanan dari kas masjid dan donatur, termasuk 100 porsi harian dari Rektor Universitas Mega Buana Palopo.
- Skema darurat disiapkan agar seluruh jemaah tetap terlayani.
TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Program buka puasa bersama di Masjid Agung Luwu Palopo yang berlokasi di Jalan KH M Ramli, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menunjukkan peningkatan jumlah jemaah pada Ramadan tahun ini.
Setiap sore, sekira 300 hingga 400 orang memadati area masjid untuk berbuka puasa bersama.
Ketua Pengurus Masjid Agung Luwu Palopo, Bakhtiar Nawir, menyampaikan tradisi berbagi hidangan berbuka telah lama menjadi bagian dari pelayanan masjid kepada masyarakat.
Namun, pada periode kepengurusan baru yang baru berjalan sekitar satu bulan, pelaksanaan buka puasa bersama dikemas lebih terstruktur melalui pembentukan panitia khusus Amalia Ramadan.
“Tradisi berbuka puasa bersama ini sebenarnya sudah menjadi kebiasaan kami sejak dulu sebagai bentuk pelayanan kepada jemaah. Namun pada kepengurusan baru, program ini kami jalankan secara rutin sejak hari pertama Ramadan tahun ini. Jika sebelumnya jumlah jemaah relatif stabil, kini setiap sore bisa mencapai 300 bahkan 400 orang yang berbuka di sini,” ujar Bakhtiar saat ditemui di Masjid Agung Luwu Palopo, Kamis (26/2/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan ratusan jemaah tersebut, pengurus masjid menyiapkan ratusan porsi makanan setiap hari.
Sumber pendanaan tidak hanya berasal dari kas masjid, tetapi juga dari para donatur dan partisipasi jemaah.
Bakhtiar menjelaskan, salah satu donatur tetap adalah Rektor Universitas Mega Buana Palopo, Prof Nilawati, yang setiap sore menyumbangkan 100 porsi makanan berbuka.
“Setiap hari ada 100 porsi dari Prof Nilawati. Itu kemudian diakumulasi dengan bantuan dari donatur lain serta jemaah yang ikut berpartisipasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengurus juga menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi kekurangan makanan apabila jumlah jemaah melebihi perkiraan.
“Kalau bantuan tidak mencukupi, kami sudah siapkan dana khusus untuk menutup kekurangan saat itu juga. Prinsipnya, tidak boleh ada jemaah yang tidak berbuka,” tegasnya sembari melihat jemaah yang beristirahat di masjid.
Seluruh hidangan berbuka telah siap sebelum pukul 17.00 Wita setiap harinya.
Pelaksanaan program ini ditangani panitia Amalia Ramadan yang dibentuk khusus oleh pengurus.
Panitia bertugas mengatur distribusi makanan, memprediksi jumlah jemaah, serta menjadwalkan kehadiran instansi atau kelompok tertentu.
“Panitia bekerja maksimal. Mereka sudah memperkirakan berapa jemaah yang akan datang setiap hari. Alhamdulillah, sampai saat ini kami belum pernah kewalahan,” tuturnya.
| Harga Kebutuhan Pokok di Gowa Stabil, Cabai Rawit dan Ayam Naik |
|
|---|
| Ada Dapat Diskon dan Tidak: Cerita Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Soal Tiket Jelang Lebaran |
|
|---|
| Baznas Wajo Terima Zakat Mal Rp100 Juta, Fidyah Rp15 Juta hingga 26 Ramadan |
|
|---|
| ASN Luwu Boleh WFA 16-17 Maret dan 25-27 Maret, Maksimal Sepertiga Pegawai |
|
|---|
| Tarawih Tetap Ramai, Tapi Celengan Masjid Al Markaz Maros Menurun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-26-feb-palopo1234455.jpg)