Ramadan 1447 H
Bolehkah Tidur Setelah Sahur? Ini Penjelasan Dokter dan Risikonya bagi Kesehatan
Namun, kebiasaan tidur langsung setelah sahur perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Praktisi kesehatan Inge Permadi, dikutip dari Kompas.com, menjelaskan bahwa ketika makanan masuk ke tubuh, sistem pencernaan sedang bekerja mengolah nutrisi menjadi energi.
Jika seseorang langsung berbaring atau tidur setelah makan, proses ini bisa terganggu.
Energi dari makanan tidak digunakan secara maksimal dan berpotensi disimpan sebagai cadangan lemak.
Selain itu, posisi tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti:
Perut kembung
Rasa penuh atau tidak nyaman
Naiknya asam lambung (gastroesophageal reflux/GERD)
Mual atau sensasi panas di dada
Secara medis, berbaring setelah makan dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan karena posisi tubuh sejajar, sehingga gravitasi tidak membantu menahan isi lambung tetap di bawah.
Berapa Lama Jeda Ideal?
Para ahli kesehatan umumnya menyarankan memberi jeda sekitar 1–2 jam antara waktu makan dan tidur.
Selama jeda tersebut, tubuh memiliki waktu untuk memulai proses pencernaan dengan lebih stabil. Aktivitas ringan seperti:
Salat Subuh
Membaca Al-Qur’an
Berzikir
| Celengan Masjid Agung Bulukumba Selama Ramadan Capai Rp 207 Juta, Islamic Center Rp16 Juta |
|
|---|
| Ramadan ke-28: I’tikaf Anak Muda, Menjemput Lailatul Qadar Menuju Fitrah |
|
|---|
| ARW Bantu Warga Sambut Lebaran, 2.200 Paket Sembako Disalurkan |
|
|---|
| Ramadan Berbagi, Dharma Wanita UPBU Arung Palakka Salurkan Sembako ke Panti Hidayatullah Bone |
|
|---|
| Gerindra Makassar Buka Puasa, Eric Horas: Anggota DPRD Alat Komunikasi Wujudkan Kebutuhan Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ILUSTRASI-TIDUR-Bolehkah-tidur-setelah-sahur-Tidur-yang.jpg)