Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hukum Tidur Seharian Saat Puasa Ramadan, Apakah Membatalkan?

Sebagian orang memilih tidur untuk menghemat energi sekaligus “mempercepat” waktu hingga berbuka puasa.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Tribunnews.com
TIDUR PUASA - Ilustrasi tidur saat puasa Ramadan. Saat menjalani ibadah puasa Ramadan, tidur menjadi salah satu aktivitas yang kerap dilakukan umat Islam pada siang hari. 

Meski tidak membatalkan puasa, para ulama mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan ibadah.

Menghabiskan waktu hanya untuk tidur tentu mengurangi nilai dan keutamaan puasa itu sendiri.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbanyak amal ibadah seperti salat, membaca Al-Quran, berzikir, dan melakukan aktivitas produktif.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah tidak membutuhkan lapar dan haus seseorang jika ia tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang sia-sia.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

Artinya, meskipun sah secara hukum, tidur sepanjang hari tanpa alasan yang jelas dapat mengurangi hikmah dan tujuan utama dari ibadah puasa.

Dengan demikian, tidur saat puasa diperbolehkan dan tidak membatalkan ibadah.

Namun, umat Islam tetap dianjurkan memanfaatkan waktu Ramadan dengan kegiatan yang lebih bernilai dan produktif agar pahala puasa semakin sempurna.

Benarkah Tidurnya Orang Puasa adalah Ibadah?

Terkait hadis yang menjelaskan bahwa tidurnya orang berpuasa merupakan sebuah ibadah, Guru Besar Tafsir Hukum UIN Raden Mas Said Surakarta, Hasan el-Qudsy menyebut hadis tersebut tidak sahih. 

"Mayoritas ulama menyebut hadis tersebut dhoif (lemah). Bahkan sebagian ulama menghukumi hadis tersebut palsu," ujarnya, Selasa (4/3/2025).

Sebab, hadis tersebut bertentangan dengan semangat yang terkandung di dalam puasa itu sendiri.

Islam mendidik umatnya melalui puasa untuk memperbanyak aktivitas, berkarya, dan produktif yang bernilai ibadah. 

"Sejarah juga sudah membuktikan kebanyakan peperangan di zaman Rasulullah terjadi di bulan Ramadhan. Kemerdekaan Indonesia juga terjadi pada bulan Ramadhan," jelas anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta itu.

Sehingga tidak benar jika orang menyebut tidurnya orang berpuasa itu berpahala. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved