Demo Mahasiswa Palopo
Mahasiswa Palopo Bakar Ban Depan Markas Tentara, Tak Ada Polisi, Dandim Turun Tangan!
Unjuk rasa diwarnai dengan aksi bakar ban di tengah-tengah simpang empat jalan, berada depan Kodim Palopo.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi barisan dari rakyat (Badar) unjuk rasa di simpang empat Lapangan Gaspa, Kota Palopo, Sulawesi Selatan pada Minggu (31/8/2025) sore.
Aksi unjuk rasa ini merupakan bagian dari gelombang protes nasional yang terjadi di berbagai kota sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kinerja aparat dan kebijakan pemerintah.
Unjuk rasa diwarnai dengan aksi bakar ban di tengah-tengah simpang empat jalan, berada depan Kodim Palopo.
Hal tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di jalan tersebut.
Namun tak satupun pihak kepolisian termasuk dari Satuan Lalu Lintas yang mengatur lalu lintas.
Dandim 1403 Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro memerintahkan anggotanya untuk membantu mengatur lalu lintas.
Para demonstran bergantian berorasi menyampaikan aspirasi mereka.
"Barracuda dengan berat beberapa ton melindas tubuh seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan. Ia adalah pemuda yang memberi distribusi ekonomi kepada keluarganya, tapi polisi memutus rantai makanan keluarga tersebut," teriak salah seorang orator dalam aksi tersebut.
Orator tersebut menyampaikan hal tersebut yang menjadi salah satu penyebab masyarakat marah dan melakukan unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia.
Jenlap Aksi, M Dirga Saputra menyampaikan sekira ada 50 lembaga kemahasiswaan dan pemuda yang tergabung dalam unjuk rasa tersebut.
"Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan masyarakat bahwa akan ada aksi besar-besaran yang akan dilakukan. Kurang lebih ada 50 lembaga yang tergabung dalam aliansi ini," kata Dirga kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di lokasi unjuk rasa, Minggu (31/8/2025).
Ia juga menyampaikan pihaknya membawa sejumlah tuntutan pada unjuk rasa tersebut.
"Kurang lebih ada delapan tuntutan yang kami bawa, salah satunya copot Kapolri dan membatalkan tunjangan DPR RI yang mengundang riak di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.
Dirga juga menyampaikan aksi besar-besaran akan dilaksanakan pada Senin besok.
"Kami akan melaksanakan konsolidasi terkait aksi besar-besaran yang akan kami lakukan pada hari Senin. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir pada demonstrasi nantinya," tegasnya.
Aksi ini menjadi simbol perlawanan masyarakat terhadap ketidakadilan, sekaligus peringatan bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan begitu saja. (*)
Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini
Prabowo, Menteri dan Ketua Umum Parpol Bahas Apa di Istana? |
![]() |
---|
Unhas Kuliah Daring 1–4 September, Tahap Pemilihan Rektor dan Wisuda Luring |
![]() |
---|
Kepala Sekolah di Makassar Pastikan Proses Belajar Siswa Lancar Meski Daring |
![]() |
---|
Profil Adis Kadir DPR RI Terancam Dinonaktifkan Imbas 'Tunjangan Rumah Rp50 Juta Masuk Akal' |
![]() |
---|
Situasi Tak Kondusif, Sekolah di Makassar Belajar Daring |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.