Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Multiplier Effect, Politisi MBG dan Kapitalisme Lokal

Bagi para pengamat, ilmuwan, peneliti dan seterusnya sudah semestinya mengkaji dan mengevaluasi MBG ini.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Andi Yahyatullah Muzakkir Founder Anak Makassar Voice 

MBG sendiri jauh dari multiplayer effect.

Secara dasar harusnya program ini bisa membantu dan menghidupi rumah tangga pengusaha kecil. Harusnya melahirkan kesejahteraan bersama.

Tapi karena keterlibatan para politisi dan anggota dewan membuat mereka harus tersingkirkan.

Tentu, modal kecil akan kalah dihadapan modal yang besar.

Dari situasi ini juga, makin tumbuh dan kuat adalah para pengusaha-pengusaha lokal yang memiliki modal besar dan usaha besar seperti pengusaha telur, minyak, beras dan seterusnya.

Yang juga MBG akhirnya melahirkan kelangkaan dan kenaikan bahan-bahan pokok karena adanya situasi penimbunan banyak bahan-bahan pokok di SPPG setempat.

Pedagang kaki lima, penjual eceran makin tersisihkan dan tak mendapat ruang untuk menghidupi dirinya.

MBG menjadi momok bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Dari situasi ini kita belajar segara logis bahwa MBG rupanya hanyalah sebuah proyek yang sedikit banyaknya hanya dinikmati keuntungannya oleh pengusaha lokal yang bermodalkan besar dan politisi MBG yang juga ingin menumpuk keuntungan demi kepentingan kursi dan jabatannya selalu.

Cerita kita berakhir sementara, kopi dan rokok saya habis.

Kita berencana akan berdiskusi lagi lain waktu di warkop lain.

Mungkin saja di salah satu warung kopi legend di Papua Selatan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved