Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Multiplier Effect, Politisi MBG dan Kapitalisme Lokal

Bagi para pengamat, ilmuwan, peneliti dan seterusnya sudah semestinya mengkaji dan mengevaluasi MBG ini.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Andi Yahyatullah Muzakkir Founder Anak Makassar Voice 

Bahkan dengan bangga mengklaim keberhasilannya dan termasuk ikut bangga karena akan jadi program yang mengatasi stunting. Tetapi, yang terjadi di lapangan malah sebaliknya.

Apakah, informasi ini sampai pada Prabowo?

Kita bisa mengira-ngira selain rezim ini bebal, para menteri di kabinet dan pemuja-pemujanya hanya menyampaikan sisi baiknya saja.

Sambil kunikmati kembali rokok dan kunikmati kopi yang sudah lewat setengah gelas ini saya kembali mendengar rupanya para anak muda dan mahasiswa ini juga pembenci dan anti pada ideologi kapitalisme dan politisi yang sibuk mengurusi MBG

Bayangkan para politisi dan anggota dewan yang memiliki fungsi pengawasan tidak optimal memperjuangkan nasib rakyat, dikarenakan mereka sibuk mengurusi dapur MBG, melipatgandakan modalnya, memperkaya diri demi kepentingannya dan keluarganya. Situasi ini sangat miris. 

Politisi yang mengurusi MBG adalah politisi yang tak tahu diri, tak tahu fungsi, tak tahu kewajiban, tak tahu subtansi dan seterusnya.

Mereka hanyalah sekelompok orang yang banyak mengambil, menguras dan mengeruk negara. 

Jauh pada konsep umum bahwa seharusnya mereka hadir menghidupi dan menyejahterakan kita semua.

Sambil mendengar perdebatan di meja ini. Saya makin tahu bahwa mereka rupanya banyak mengkaji Marxis secara mendalam dan menjadikan pahaman ini sebagai sebuah pisau analisis melihat fenomena sosial dan keadaan bangsa ini.

Tentu sebagai cara pandang kritis mengkaji dan mengevaluasi program MBG yang dinilainya sangat tumpang tindih dan tidak banyak memberi dampak.

Kita tiba pada pembahasan bahwa program ini tidak tepat dikatakan program, karena secara dasar suatu program itu hadir membawa dampak dan kehidupan kita secara positif, ini malah sebaliknya.

MBG bukanlah program melainkan proyek.

Dan ketika berbicara proyek maka ada modal besar, ada perputaran uang dan tentu ada penguasa dan pengusaha besar.

Hari ini SPPG hanya didominasi oleh elit-elit penguasa, termasuk di Sul-Sel sendiri banyak terlibat kalangan-kalangan yang memiliki modal banyak, termasuk keterlibatan para politisi, pengusaha hingga pada anggota dewan.

Hal ini bukanlah sebuah solusi karena lebih memperdalam jurang ketimpangan, hal mana sangat jauh dari niat awal program ini lahir yakni menghidupkan UMKM kecil dan para pengusaha-pengusaha kecil.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved