Opini
Begal, Kota Besar, dan Masa Depan Keamanan Indonesia
Warga dan otoritas kota pun menghadapi persoalan serupa. Rasa nyaman warganya diteror, justru saat jalan kian lebar.
Karena itulah langkah Polri memberantas begal patut diapresiasi.
Negara harus hadir ketika masyarakat merasa terancam. Hukum harus ditegakkan. Pelaku kejahatan harus ditindak sesuai ketentuan hukum berlaku.
Namun pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, apakah penangkapan pelaku samata sudah cukup menyelesaikan persoalan?
Begal Adalah Gejala Sosial
Sering kali kita hanya melihat begal dari ujung peristiwanya.
Ada pelaku.
Ada korban.
Ada barang yang dirampas.
Ada proses hukum.
Padahal di balik satu kasus begal sering tersembunyi rangkaian persoalan sosial rumit. Jauh lebih kompleks dari persoalan penegakan hukum semata.
Beberapa tahun terakhir, masyarakat menghadapi tekanan berat ekonomi.
Daya beli belum sepenuhnya pulih.
Harga kebutuhan hidup meningkat.
Lapangan kerja tumbuh, tetapi belum selalu sebanding pertambahan jumlah angkatan kerja baru.
Di banyak keluarga perkotaan, orangtua bekerja semakin keras hanya untuk menjaga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TRIBUN-OPINI-Prof-Dr-Ir-Zakir-Sabara-HW.jpg)