Salam Tribun Timur
Lebaran Lari setelah Lebaran Haji
Cara baru sudah ditemukan untuk memperkenalkan dirinya: membuat orang datang, berlari, lalu pulang sambil membawa cerita.
Wali Kota Makassar sendiri mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tahun ini. Dan pengakuan itu penting.
Sebab kota yang dewasa bukan kota yang merasa sempurna, tetapi kota yang mau belajar dari kritik.
Persoalan teknis, pengaturan lalu lintas, kebersihan, kenyamanan peserta, hingga koordinasi lintas sektor harus dibenahi.
Jika MHM ingin naik kelas menjadi event internasional, maka standar pengelolaannya juga tidak boleh lokal-lokal saja.
Pelari datang bukan hanya membawa sepatu. Mereka membawa pengalaman.
Dan pengalaman buruk hanya butuh satu unggahan untuk menyebar lebih cepat daripada promosi.
Maka MHM jangan hanya dihitung dari jumlah peserta.
Ukur juga dari kepuasan pelari.
Dari apakah mereka ingin kembali tahun depan.
Dari apakah mereka pulang membawa cerita baik tentang Makassar.
Yang juga tak kalah penting: jangan sampai event besar hanya dinikmati hotel besar dan pusat kota.
Pemerintah perlu memastikan dampak ekonominya menjalar ke lebih banyak warga.
UMKM lokal harus mendapat ruang lebih besar.
Kawasan wisata harus ikut hidup.
Transportasi publik harus lebih siap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hadiah-Makassar-Half-Marathon-1-3152026.jpg)