Salam Tribun Timur
Lebaran Lari setelah Lebaran Haji
Cara baru sudah ditemukan untuk memperkenalkan dirinya: membuat orang datang, berlari, lalu pulang sambil membawa cerita.
Kalimat Sang Jenderal itu terasa sederhana, tetapi mengandung pesan besar: kota hari ini tidak cukup hanya dibangun dengan beton, flyover, dan gedung. Kota juga harus dipasarkan.
Makassar tampaknya mulai memahami itu.
Dulu kota bersaing lewat pelabuhan. Kini kota bersaing lewat pengalaman.
Orang datang bukan hanya untuk rapat atau urusan bisnis.
Orang datang untuk menikmati kota.
Berlari di jalanannya. Menikmati kulinernya. Menginap di hotelnya.
Memotret matahari terbit di Losari lalu mengunggahnya ke media sosial. Dan dampaknya nyata.
Sejak pertama kali pascapandemi pada 2022 dengan 3.500 peserta, MHM terus tumbuh. Tahun ini, 29-30-31 Mei 2026, mencapai 12.400 pelari.
Tumbuh sekitar 24 persen dibanding tahun lalu. Ini bukan angka kecil.
Ini sinyal bahwa Makassar sedang dibaca sebagai destinasi sport tourism.
Di titik ini, pemerintah kota patut diapresiasi.
Tidak banyak event daerah yang bisa tumbuh konsisten.
Lebih sedikit lagi yang mampu menciptakan efek ekonomi langsung bagi warga.
Tetapi apresiasi tidak boleh membuat lupa pada evaluasi.
Karena ketika sebuah event membesar, ekspektasi publik ikut meninggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hadiah-Makassar-Half-Marathon-1-3152026.jpg)