Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Catatan Bola Willy Kumurur

Impian Dalam Ketidakpastian

Maka benarlah Albert Camus, filsuf Prancis abad kedua-puluh, tatkala ia berujar bahwa hidup itu penuh ketidakpastian.

Tayang:
DOK PRIBADI
Kolumnis Tribun Timur, Willy Kumurur 

Mbappé akhirnya keluar dari PSG karena merasa tidak bahagia dan mendapat tekanan keras dari manajemen klub.

Ia pergi ke Real Madrid, namun sudah dua musim di sana, tak kunjung meraih trofi Champions.

Ironisnya, setelah ia pergi dari PSG, klub yang ditinggalkannya itu malah menjuarai Liga Champions musim 2024-2025.

Enrique membangun kolektivitas tim dan kerja keras.

Menyongsong final Liga Champions tengah malam nanti, Enrique secara teratur mengistirahatkan para pemainnya dari pertandingan Ligue 1.

Walaupun PSG telah memainkan banyak laga, pemain-pemain terpenting mereka telah dirotasi secara besar-besaran dan memasuki gelanggang final nanti dalam kondisi relatif bugar.

Karena itulah, Enrique dengan yakin berkata, “Kalian ingat apa yang saya katakan selama babak penyisihan grup? Tidak ada tim yang lebih baik dari kami. Saya ulangi itu. Kami percaya pada tim ini.”

Sementara itu, dalam rangka berpacu dengan Manchester City guna meraih juara Liga Primer, dalam beberapa laga sisa, Arteta memainkan semua pemain intinya tanpa banyak merotasi pemain.

Yang diburu hanya satu: kemenangan.

Sehingga, menurut Opta Analysis, pasukan PSG lebih bugar katimbang Arsenal.

Setiap final memiliki keunikannya sendiri, dan kelelahan bisa saja mengubah jalannya pertandingan.

Namun, di arena final Liga Champions yang penuh adrenalin, kelelahan cenderung menjadi hal sekunder dibandingkan faktor-faktor yang lebih relevan seperti kualitas tim, kecerdasan taktis, dan ketahanan mental.

Siapakah yang akan menang di Puskas Arena? Semuanya serba tidak pasti.

Ketidakpastian akan berakhir tatkala Daniel Siebert, wasit final Liga Champions, meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga final.

Berbahagialah kita yang dapat menyaksikan laga final ini.

Kebahagiaan bukanlah hasil dari menyingkirkan ketidakpastian, melainkan dari keberanian untuk menerima dan menghadapinya dengan pikiran terbuka.

Begitu ujar Bertrand Russell, filsuf Inggris yang mashyur itu.****

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved