Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Mentraktir Makan, atau Memberi Tunai?

Lalu ia tertawa kecil. “Cuma memang, kenyang itu tidak bisa dibungkus untuk dibawa pulang.”

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TRIBUN OPINI - Salman Ahmad 

Mentraktir makan --yang saya maksud di sini, berbeda dengan undangan aqiqah, buka puasa bersama dan acara-acara keluarga lainnya-- menciptakan pemandangan keakraban.

Ada relasi yang tampak. Ada citra kemurahan hati yang terbangun tanpa perlu diumumkan. 

Sementara memberi uang tunai tidak selalu menghadirkan pemandangan kemurahan hati yang mudah dikenang. Ia nyaris tanpa adegan.

Tidak ada meja panjang, tidak ada tawa yang mengembang, tidak ada suasana hangat yang bisa disaksikan ramai-ramai.

Uang tunai bekerja diam-diam, bahkan kadang lenyap tanpa bekas visual sama sekali.

Ia berubah menjadi beras, menjadi biaya sekolah, menjadi obat, menjadi listrik yang kembali menyala.

Karena itu, banyak orang secara tidak sadar lebih tertarik pada bentuk pemberian yang menghadirkan pengalaman sosial ketimbang bantuan yang benar-benar larut ke dalam kebutuhan hidup seseorang.

Mentraktir menciptakan momen; sementara memberi uang tunai sering hanya menciptakan keberlangsungan hidup, dan keberlangsungan hidup jarang tampak dramatis.

Ada yang lebih memilih memberi dalam bentuk pengalaman, bukan penyelesaian.

Memberi kesenangan sesaat, bukan daya tahan hidup.

Padahal, kebutuhan manusia sering kali sangat sederhana. Bukan kopi mahal. Bukan restoran baru. Bukan foto kebersamaan, Melainkan kemampuan pulang dengan membawa sesuatu untuk anak istrinya, di rumah. 

Saya kira, di situlah sedekah diuji: apakah ia lahir dari keinginan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain, atau justru demi kebutuhan kita agar dinilai banyak orang, sebagai orang pemurah.

Pertanyaan ini mungkin menggangu, para pentraktir.

Tetapi bukankah hampir semua refleksi yang penting selalu dimulai dari rasa tidak nyaman?

Terkadang, yang dibutuhkan seseorang bukanlah undangan makan, melainkan kesempatan untuk bernapas sedikit lebih lega.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved