Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Syamril

Renungan Hari Arafah

Bagi yang tidak berhaji disunnahkan berpuasa. Pahalanya menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Direktur Sekolah Islam, Athirah Syamril. 

Pertama, Motivasi. Coba cek di Al Quran surat Al Baqarah ayat  207. Allah berfirman: "Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah.... ".

Apa motivasi semua aktivitas kita di hidup ini? Mencari ridha Allah. Kata ridha diserap ke Bahasa Indonesia menjadi rela. Allah suka dan cinta pada apa yang kita lakukan sehingga rela menerima kita sebagai hamba-Nya. 

Menyambut kita saat kembali kepada Nya sebagai jiwa yang tenang (nafsul muthmainnah). Kembali kepada Tuhan dalam keadaan ridha dan diridhai. Dipersilakan masuk dalam golongan hamba Allah. Juga dipersilakan masuk dalam surga Allah. Itu bisa dilihat pada Al Quran surat Al Fajr: 27-30.

Coba cek hidup kita selama ini. Ridha siapa yang kita cari? Mungkin kita sering mencari ridha manusia, bukan ridha  Allah. Segeralah kembali mencari ridha Allah.


Perbaiki niat di segala aktivitas. Ikhlas semata-mata karena Allah. Bukan karena pujian dan penghargaan manusia. Jika mendapat pujian, kembalikan semuanya kepada Allah. Segala puji hanya untuk Allah (Alhamdulillah). Segala terjadi karena kehendak Allah ( Masya Allah).

Kedua, yaitu Orientasi. Perhatikan Q.S. Al Baqarah: 199-200. Ada dua jenis orientasi manusia. Ada yang hanya dunia saja. Allah berfirman: Dan di antara manusia ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia". Dan di akhirat dia tidak memperoleh apapun.

Periksa doa-doa kita selama ini. Apa yang kita minta? Apa banyak atau hanya meminta harta, tahta, cinta, citra, dan wisuda? Uang, jabatan, pasangan, nama baik, gelar akademik? Dan semua hanya untuk dunia semata?

Bahkan kadang ibadah yang kita lakukan untuk mendapatkan dunia. Bersedekah dan shalat agar dapat balasan rejeki lancar, jauh dari mara bahaya, sembuh dari sakit dan kehidupan dunia semata.

Apakah itu tidak boleh? Tentu saja boleh asalkan tidak semata untuk dunia tapi juga akhirat. Lihat Al Baqarah:200. "Dan di antara mereka ada yang berdoa " Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka".

Maksudnya segala nikmat dunia jadikan sebagai alat untuk kebaikan akhirat. Harta, tahta, cinta, citra dan wisuda itu alat bukan tujuan. Alat untuk ibadah, dakwah dan manfaat (idaman). Konversi menjadi pahala, ampunan, syafa'at dan rahmat (pasrah) agar berguna di kehidupan akhirat.

Bagaimana caranya? Masuk pada bagian ketiga setelah Motivasi dan Orientasi yaitu Strategi. Lihat Al Quran Surat Al Baqarah: 208. "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu".

Maksudnya strategi hidup ini harus sesuai ajaran agama Islam. Ada aqidah, syariah dan akhlak. Ada ibadah dan muamalah. Sebelum berbuat periksa apakah sesuai syariat ajaran Islam? Apakah ada perintah dan atau tidak ada larangan?

Apakah sesuai Al Quran dan Sunnah serta ijtihad para ulama? Apakah sesuai sunnatullah atau kaidah ilmiah, etika dan moral? 

Jangan ikuti langkah setan. Jangan ikuti ajaran sesat. Jangan ikuti aliran yang tidak mengenal Tuhan, memuja materi, syahwat dan ketenaran. Ajaran yang bertentangan dengan syariat dan fitrah.

Jangan ikuti hawa nafsu. Jangan ikuti nafsu serakah, dendam dan amarah. Jangan turutkan syahwat yang salah, angkuh dan bangga diri, iri dan dengki, dan hawa nafsu lain yang merusak dan menjerumuskan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved