Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Denyut Kota Pelari dan Makassar Half Marathon 2026

Kebersihan dan budaya hidup sehat demi kota yang bermartabat, itulah awal dari tulisan ini.

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
Istimewa
Arief Rachman Nur menulis opini ke tribun timur dengan judul Denyut Kota Pelari dan Makassar Half Marathon 2026 

Aktivitas berlari sambil memungut sampah menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya soal kebugaran tubuh, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Para pelari bukan hanya menempuh jarak demi kesehatan pribadi, tetapi juga ikut membersihkan jalanan kota yang mereka lintasi.

AYO OLAHRAGA!

Namun menjaga kota tidak cukup hanya dengan lingkungan yang bersih.

Kota yang sehat juga lahir dari masyarakat yang aktif dan produktif. Dalam konteks ini, olahraga menjadi bagian penting dari budaya hidup sehat.

Aktivitas fisik rutin tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memperkuat daya tahan, menurunkan risiko penyakit kronis, memperbaiki kualitas tidur, hingga menjaga kesehatan mental.

Olahraga juga membentuk disiplin, daya juang, dan semangat kebersamaan.

Saat seseorang berlari, ia sedang melatih ketahanan fisik sekaligus mental. Saat komunitas berkumpul untuk berolahraga, lahir solidaritas sosial yang memperkuat rasa kepedulian dan kebersamaan.

Karena itu, langkah Pemerintah Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin patut diapresiasi.

Kehadiran Makassar Half Marathon (MHM) 2026 bukan hanya menjadi ajang olahraga biasa, tetapi simbol bahwa Makassar adalah kota ramah pelari yang sedang bergerak menuju kota sehat, modern, dan berdaya saing.

Event ini membuka ruang besar bagi masyarakat untuk aktif berolahraga, membangun gaya hidup sehat, sekaligus mempererat kebersamaan. 

Lebih jauh, MHM juga mendorong sport tourism, menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah, menggerakkan sektor UMKM, kuliner, perhotelan, hingga ekonomi lokal.

Makassar Half Marathon juga dapat menjadi momentum membangun budaya pelari yang peduli lingkungan. Tidak hanya berlari mengejar garis finis, tetapi juga menjaga kebersihan sepanjang rute lomba. Kesadaran untuk tidak membuang botol minuman sembarangan, memilah sampah, hingga menghadirkan relawan kebersihan menjadi bagian penting dari citra kota modern.

Komitmen pemerintah kota untuk menyiapkan infrastruktur jalan, pencahayaan, pengamanan, hingga fasilitas kesehatan menunjukkan keseriusan menjadikan olahraga sebagai bagian dari identitas kota.

Bahkan dorongan terhadap standar kebersihan dan sanitasi restoran menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya fokus pada event, tetapi juga kualitas pelayanan dan citra Makassar di mata tamu dari luar daerah maupun mancanegara.

Ini adalah langkah strategis. Kota besar bukan hanya diukur dari gedung tinggi atau pertumbuhan ekonomi, tetapi dari kualitas hidup warganya apakah bersih, sehat, aman, dan ramah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved