Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Psychological Preparedness Menghadapi Banjir Bandang

Dalam konteks bencana, masyarakat perlu mengenal satu konsep penting: psychological preparedness

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
Suryanto Guru Besar Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Airlangga 

Setelah banjir, kesiapan psikologis belum selesai. Korban membutuhkan Psychological First Aid atau pertolongan pertama psikologis. Anak yang menangis jangan dimarahi. Lansia yang kebingungan jangan ditinggalkan. Orang tua yang merasa bersalah karena tidak mampu menyelamatkan barang perlu didampingi. Korban tidak selalu membutuhkan nasihat panjang. Kadang mereka hanya perlu ditemani, didengarkan, diberi informasi yang benar, dan diyakinkan bahwa mereka tidak sendirian.

Banjir Bone memberi pelajaran bagi Sulawesi Selatan. Bencana tidak hanya membutuhkan alat berat dan perahu karet. Bencana juga membutuhkan kepala yang tenang, keluarga yang punya rencana, warga yang saling peduli, dan lembaga yang mampu memberi arahan jelas.

Sebab dalam banjir bandang, yang berbahaya bukan hanya derasnya air. Yang juga berbahaya adalah terlambat percaya bahwa bahaya benar-benar sedang datang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved