Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Bagong Suyanto

Darurat Geng Motor dan Begal di Makassar

Pelaku geng motor dan begal bukanlah penjahat atau residivis dewasa yang sudah keluar-masuk bui berkali-kali.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Bagong Suyanto, Guru Besar dan Dosen Prodi S2 kajian Ilmu Kepolisian Pascasarjana Universitas Airlangga 

Pelaku geng motor dan begal bukanlah penjahat atau residivis dewasa yang sudah keluar-masuk bui berkali-kali.

Sebagian besar pelaku kejahatan jalanan ini umumnya adalah anak-anak di bawah umur atau remaja belasan tahun yang terjerumus dalam budaya kekerasan demi mendapatkan pengakuan dari kelompoknya.

Balapan liar, yang sering menjadi pintu masuk geng motor, berlanjut menjadi ajang tawuran, dan akhirnya—ketika mereka membutuhkan uang atau sekadar adrenalin—berubah menjadi aksi pembegalan.

Geng motor dan begal adalah masalah sosial yang bertali-temali satu dengan yang lain.

Studi yang dilakukan Sudarmin (2017) berjudul "Analisis Perilaku Geng Motor pada Remaja di Kota Makassar", misalnya mengkaji tentang tindak kejahatan yang kerap dilakukan kelompok remaja marginal di kota.

Hasil penelitian Sudarmin menunjukkan bahwa ulah geng motor pada remaja di kota Makassar seringkali diwarnai dengan aksi balapan liar, tawuran, ugal-ugalan, tindak kekerasan, kriminalitas, tindakan agresif, dan perilaku sex bebas.

Ada pun faktor–faktor yang mempengaruhi berkembangnya geng motor distimulasi oleh kebiasaan minum-minuman keras, ajakan teman, lingkungan pergaulan negatif, narkoba, prostitusi, perilaku beresiko, pengangguran, narsistik, dan media sosial.

Dalam beberapa kasus, motivasi remaja melakukan aksi jalanan yang meresahkan masyarakat adalah demi eksistensi internal geng.

Mereka menciptakan rasa tidak aman di jalanan untuk menunjukkan dominasi, yang seringkali memicu trauma kolektif bagi warga.

Fenomena ini diperparah dengan mudahnya senjata tajam, terutama busur, didapatkan atau dibuat oleh para remaja ini.

Aparat keamanan, khususnya Polrestabes Makassar, tentu tidak tinggal diam menyaksikan makin maraknya aksi begal dan ulah geng motor yang makin nekat.

Patroli skala besar ditingkatkan, terutama pada malam hari di lokasi rawan seperti Jalan Veteran, Jalan Gunung Bawakaraeng, dan area Pantai Losari terus dilakukan.

Pihak kepolisian telah menegaskan akan menerapkan kebijakan tindakan tegas dan terukur, termasuk tembak di tempat jika pelaku membahayakan keselamatan warga atau petugas.

Langkah patroli yang dilakukan kepolisian ini benar-benar penting dan sgtrategis.

Pada April dan Mei 2026, patroli Perintis Presisi secara intensif telah banyak menyisir lorong-lorong dan titik-titik kumpul geng motor. Hasilnya cukup siginifikan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved