Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Keajaiban dari Bercermin

Sambil menyimak, dengan suasana damai dan dalam situasi yang tenang saya bersiap-siap menonton pertunjukan ini.

Tayang:
Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Andi Yahyatullah Muzakkir Founder Anak Makassar Voice. Andi Yahyatullah Muzakkir salah satu penulis rutin Opini Tribun Timur. 

Pertunjukan Teater Disabilitas

Oleh: Andi Yahyatullah Muzakkir

Founder Anak Makassar Voice

TRIBUN-TIMUR.COM - Di sudut panggung saya duduk, memerhatikan, menyesap aroma semangat para penonton dan pemain.

Sambil menyimak, dengan suasana damai dan dalam situasi yang tenang saya bersiap-siap menonton pertunjukan ini. Berjejer orang-orang, duduk dengan rapi.

Seperti halnya kursi di bioskop-bioskop, gedung kesenian ini dipadati penonton. Meski demikian, hal yang terasa sangat mengganggu adalah cuaca panas, bercucuran keringat hingga membasahi baju.

Tapi, apagunanya semua itu, sebab tujuan kedatangan saya di gedung kesenian ini adalah menonton dan menikmati sebuah pertunjukan.

Menonton teater disabilitas ini bagi saya sungguh sebuah keistimewaan. Tontonan ini mengajak saya untuk merefleksikan banyak hal. Termasuk dalam proses belajar, pengenalan diri, sadar diri dan penemuan diri.

Pada saat Pertunjukan

Diantar dengan narasi berbahasa Makassar, berisi nasehat-nasehat dan petuah-petuah. Di terjemahkan melalui bahasa isyarat.

Penanda bahwa kekuatan dari pertunjukan ini ada pada ide dan gagasannya.

2026-04-29 - Teater disabilitas.
TEATER - Teater disabilitas. Tontonan ini mengajak saya untuk merefleksikan banyak hal termasuk dalam proses belajar, pengenalan diri, sadar diri dan penemuan diri.

Remanng-remang lampu, sorotan cahaya dari tengah. Dari ujung kanan tampak tiga pemain yang membawa cermin.

Layaknya seorang yang sedang mengayuh sampan menuju satu tujuan yang sama. 

Setelah itu, mereka menghadap cermin, menyampaikan perasaan, kegelisahan, mereka merasa tidak percaya diri, tidak punya arah dan tak tahu ke mana, mereka frustasi, mereka lelah, mereka sungguh berontak tidak menerima kenyataan, tidak menginginkan kehidupannya.

Lalu tiga buah cermin seakan memantulkan sebuah keajaiban.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Kisah Keringat

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved