Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Kartini Hari Ini: Cahaya yang Diteruskan atau Nilai yang Ditinggalkan?

Maka ketika kita berbicara tentang Kartini hari ini, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang cermin.

int
OPINI - Munawir Kamaluddin, Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. 

Di sinilah pentingnya menghadirkan kembali Kartini, bukan sebagai simbol seremonial, tetapi sebagai kesadaran eksistensial.

Kartini harus hidup dalam cara berpikir yang jernih, dalam sikap yang beradab, dan dalam keberanian untuk tetap setia pada nilai di tengah godaan untuk menyimpang.

Kartini hari ini adalah perempuan yang mampu berdiri tegak tanpa harus meninggalkan akar.

Ia melangkah maju, tetapi tidak tercerabut dari nilai.

Ia hadir di ruang publik dengan kecerdasan, tetapi tetap menjaga kehormatan di ruang privat.

Ia tidak sibuk menjadi seperti orang lain, tetapi sibuk menjadi utuh sebagai dirinya sendiri.

Karena sejatinya, kemuliaan perempuan tidak terletak pada seberapa tinggi ia tampil, tetapi pada seberapa dalam ia berakar.

Tidak pada seberapa luas ia dikenal, tetapi pada seberapa kuat ia menjaga dirinya.

Dan tidak pada seberapa keras ia bersuara, tetapi pada seberapa bijak ia memilih kata.

Zaman boleh berubah, tetapi nilai tidak pernah kehilangan relevansinya.

Dunia boleh bergerak cepat, tetapi kebenaran tidak pernah tergesa-gesa.

Maka perempuan yang memahami dirinya tidak akan larut dalam arus, ia akan menjadi penentu arah.

Dan pada akhirnya, pertanyaan itu kembali mengetuk dengan lembut namun dalam, apakah kita sedang meneruskan cahaya Kartini… atau justru membiarkannya redup dalam gemerlap yang menipu?

Sebab Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, tetapi ruh yang harus dihidupkan.

Ia bukan hanya jejak masa lalu, tetapi kompas bagi masa depan.

Dan di dalam keheningan jiwa yang jernih, kita akan menyadari bahwa menjadi perempuan bukan sekadar tentang hadir di dunia,tetapi tentang menghadirkan makna bagi dunia itu sendiri.

Di sanalah Kartini benar-benar hidup…bukan di lembar sejarah, tetapi di hati yang memilih menjadi cahaya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved