Kolom Teropong Abdul Gafar
Pilihan
Pengalaman masa lalu telah menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Pilihan itu hasilnya tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Oleh Abdul Gafar
Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Hidup kita di dunia ini selalu diperhadapkan kepada suatu tindakan yang nyata.
Tindakan tersebut dimaksudkan sebagai pilihan di antara sejumlah kemungkinan yang ada.
Boleh jadi pilihan itu atas dasar kerelaan dan kesadaran sendiri.
Namun tidak menutup kemungkinan pilihan itu terjadi karena unsur keterpaksaan.
Kenyataan ini menunjukkan betapa pilihan itu mengandung konsekuensi yang besar.
Pengalaman masa lalu telah menjadi pembelajaran yang sangat berharga.
Pilihan itu hasilnya tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Pada konteks yang kecil saja misalnya dalam kehidupan rumah tangga.
Terkadang diawali oleh saling ketidaktahuan dalam banyak hal.
Dalam perjalanan ke depan, terdapat hal-hal kecil yang dapat memicu ‘sengketa’ berkepanjangan.
Jika kondisi ini terjadi, maka keharmonisan dalam keluarga mulai goyah.
Ketidakmampuan menciptakan saling pengertian, berada dalam situasi rawan untuk ‘pecah’ di tengah jalan.
Muncul pilihan: apakah akan dilanjutkan ataukah diputuskan hubungan yang sudah ada? Hak dan kewajiban harus dipahami secara bersama.
Jangan sampai yang terjadi adalah menuntut hak lalu melalaikan kewajiban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Gafar-78.jpg)