Kolom Teropong Abdul Gafar
Berlalu
Sekiranya hal itu tidak terbentuk maka perlu dipertanyakan bagaimana ummat Islam mengamalkan ramadan itu.
Oleh: Abdul Gafar
Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Bulan ramadan baru saja meninggalkan kita ummat Islam.
Berbagai macam perasaan yang muncul dengan berlalunya bulan yang penuh berkah dan ampunan.
Bagi seorang muslim yang menyadari dan memahami keberadaan ramadan merasa sedih.
Perpisahan ini telah menutup pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Tangis haru ditinggalkan bulan yang belum tentu kita akan menjumpainya kembali.
Setiap manusia tidak ada yang tahu, kapankah akan berakhir catatan kehidupannya.
Ramadan membentuk karakter manusia menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Sekiranya hal itu tidak terbentuk maka perlu dipertanyakan bagaimana ummat Islam mengamalkan ramadan itu.
Ceramah-ceramah pencerahan disampaikan setiap malam di masjid dan musala.
Belum lagi di kantor-kantor dilakukan secara insidentil.
Demikian pula media penyiaran televisi dan radio turut serta menyerbarluaskannya.
Kehadiran media sosial pun dijadikan ajang penyampai informasi religius.
Tukar-menukar atau sekadar meneruskan dari sumber-sumber lain.
Jagat maya ramai dengan perbincangan-perbincangan religi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Gafar-78.jpg)