Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Jangan Pinjam Nama Besar JK

Jusuf Kalla bercerita pengalaman tentang bagaimana upaya-upaya beliau dalam melakukan dan mencari resolusi konflik.

Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
OPINI - Attock Suharto saat bersama Jusuf Kalla. Attock Suharto adalah Peneliti dan Akademisi UIN Datokarama. 

Aneh tentunya jika ceramah di UGM (5/3/2026) yang mendeskripsikan realitas sosial pada saat konflik Poso dan Ambon dengan narasi "mati syahid" itu dipolisikan oleh oknum-oknum atau kelompok tertentu, apalagi kelompok yang pernah "diselamatkan" pak JK dalam berbagai konflik komunal yang beririsan dengan SARA.

Sejalan dengan itu, maka tidaklah berlebihan jika banyak pihak, yang tampil membela pak JK, baik personal, organisasi, tokoh agama dan lainnya tidak sungkan-sungkan berdiri tegak inhin membela pak JK.

Benar kata Juru bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan bahwa pernyataan tersebut dipelintir dan JK tidak berniat menistakan agama, melainkan mendeskripsikan realitas sosial konflik adalah sesuatu yang beralasan. Kenapa? 

Karena semua orang tahu manalah mungkin seorang tokoh sentral dan memperoleh pengakuan dunia sebagai tokoh perdamaian baik di dalam maupun di tingkat global melakukan tindakan-tindakan yang dapat melukai perasan ummat beragama.

Padahal beliau adalah seorang publik figur yang mendedikasikan hidupnya untuk terus menjaga dan merawat harmoni kehidupan berbangsa dengan tampli menjadi juru damai di berbagai daerah dan mancanegara.

Olehnya, melalui tulisan ini Saya hanya ingin memberikan penegasan bahwa mengkriminalisasi konten-konten ceramah pak JK di UGM adalah tindakan yang tidak beralasan jika tidak ingin dikatakan tindakan tidak waras.

Lantaran aksi kemanusiaan yang selama ini dilakoni pak JK justru telah melahirkan berbagai model resolusi konflik, merawat keberagaman dan bahkan sudah melahirkan teori-teori ilmiah terkait strategi resolusi konflik ala JK yang sudah dipublikasikan melalui hasil riset dan jurnal-jurnal ilmiah.

Akhirnya, kepada mereka yang melaporkan pak JK agar segera menyadari bahwa sebenarnya mereka sedang meminjam nama besar pak JK untuk (mungkin) menunaikan kewajiban-kewajiban politiknya sebagai bagian dari anasir politik yang sedang mendapat tugas tambahan untuk terus memanaskan mesin politik kelompoknya.

Untuk itu berhentilah meminjam nama besar JK untuk kepentingan politik kalian. []wallahu a'lam bissawwab.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Tangguh Bertahan

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved