Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Muammar Bakry

Perang Israel Iran: Ujian Moderasi Berislam

Negara-negara yang dulu pemerintahnya berseberangan dengan Amerika seperti Libiya, Irak telah dieksekusi secara militer.

Tayang:
Ist
OPINI - Muammar Bakry, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM). 

Perpecahan itu lebih mudah dan lebih langgeng jika sentimen Sunni-Syiah menjadi akar benturan berbasis sektarian yang terus dipelihara.

Sudah maklum jika dua basis ideologi ini semakin meruncing, masing-masing berkeras dalam sikap yang ekstrim, menjadi hal yang paling efektif memupuk pertikaian antar negara-negara teluk bahkan negara-negara muslim lainnya.

Pihak Barat sangat memahami secara literatif, bahwa potensi pertikaian berbasis ideologi dapat menjadi sumbu yang menyala dan sulit dipadamkan.

Barat dan Amerika berkepentingan untuk memelihara kelompok Sunni ekstrim yang tidak pernah melihat baik apapun yang dilakukan oleh orang-orang Syiah.

Sebagaimana Barat dan Amerika memelihara kelompok Syiah ekstrim yang tidak pernah melihat baik apapun yang dilakukan orang-orang Sunni.

Kesimpulannya, mereka menyiapkan panggung, lalu dua sekte ini menari dalam tabuhan genderang Barat dan Amerika dalam perang teologis dan geopolitik yang tak henti.

Santer, yang paling getol medakwahkan kesesatan Syiah yaitu kelompok yang dikenal dengan “salafi”, mereka memandang ajaran Syiah yang dianut Iran sebagai ajaran yang menyimpang.

Akibat pandangan tersebut, mereka enggan membela Iran, meskipun Iran melawan Amerika dan Israel.

Iran bagi mereka sebagai musuh yang lebih berbahaya daripada zionis.

Bahkan tuduhan yang tak berdasar fakta saat ini, bahwa Iran (Syiah) selalu diidentikkan sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dengan Yahudi (Israel).

Meski ada benang merah secara literatur di awal kemunculan sekte sekte dalam Islam, tapi realitasnya justru yang manut kepada Amerika terutama Israel adalah negara-negara yang tumbuh subur ajaran salafi dalam hal ini biasa disebut dengan “Wahabi”.

Hanya sikap “moderat” (wasathiyah) yang bisa mencari titik persamaan Syiah-Sunni, apalagi jika diperhadapkan dengan musuh bersama.

Baitul Maqdis atau secara umum Palestina, akan selalu menjadi tempat ujian hingga mendekati hari kiamat, demikian petikan sebuah riwayat.

Tempat ini menguji keimanan seseorang pada peristiwa Isra’ Mi’raj, menguji peralihan kiblat sebelum dipindahkan ke Ka'bah, menguji solidaritas umat Islam dan umat manusia di seluruh dunia, dan juga menguji moderasi beragama umat Islam. Silahkan uji moderasi keislaman kita pada perang Israel-Iran.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved