Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Muammar Bakry

Perang Israel Iran: Ujian Moderasi Berislam

Negara-negara yang dulu pemerintahnya berseberangan dengan Amerika seperti Libiya, Irak telah dieksekusi secara militer.

Ist
OPINI - Muammar Bakry, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM). 

Oleh: Muammar Bakry
Rektor Universitas Islam Makassar (UIM)

TRIBUN-TIMUR.COM - Konflik yang terjadi di Timur Tengah dipicu oleh politik penjajahan yang dilakukan Zionis Israel dengan mengeksploitasi penguasaan wilayah melalui strategi taktik militer, aliansi diplomatik, dan penguasaan teritorial yang terus diperluas.

Israel terus melakukan penjajahan kepada Bangsa Palestina dengan pendudukan wilayah, perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat, dan blokade bahkan genozida kepada rakyat Gaza.

Tindakannya telah mengakibatkan ribuan warga sipil Gaza gugur, pengungsian besar-besaran, dan pengepungan wilayah secara sepihak.

Amerika Serikat sekutu utama Israel, memberikan dukungan kuat melalui bantuan militer, ekonomi, dan perlindungan diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Negara-negara arab yang bersekutu dan "berlindung" ke Amerika Serikat karena faktor keamanan, ekonomi, dan geopolitik yang kompleks, dipastikan tidak berani mengotak-atik kebijakan Israel.

Sekejam apapun yang dilakukan Israel kepada warga Palestina dan sejahat apapun yang dilakukan untuk menodai tempat suci umat Islam yakni Masjid al-Aqsha, bagi negara Arab yang pro Amerika tidak akan pernah peduli pada tindakan itu.

Negara-negara yang dulu pemerintahnya berseberangan dengan Amerika seperti Libiya, Irak telah dieksekusi secara militer.

Kini giliran Iran yang digempur, namun masih memperlihatkan kemampuan militernya yang terus membalas serangan ke pangkalan Amerika yang ada di negara-negara teluk terutama ke wilayah Israel.

Selain Iran, ada kelompok bersenjata berbasis ideologi yang eksis pada perjuangan pembebesan Palestina seperti Hamas, Hizbullah lalu terakhir dibantu oleh Hauthi.

Sekalipun tidak dibackup oleh negaranya masing-masing, tapi masih melakukan perlawanan meski secara sporadis.

Kekuatan inilah yang mengganggu kepentingan Israel dan Amerika di wilayah teluk, selanjutnya bagi Israel dan Amerika, mereka dicap sebagai teroris.

Propaganda Amerika dalam memecah persatuan negara-negara arab bahkan dunia Islam berhasil dijalankan dengan baik melalui taktik adu domba dalam regional kawasan teluk.

Iran digambarkan sebagai ancaman bagi negara-negara teluk, dengan alasan kepemilikan senjata nuklir yang mengancam stabilitas kawasan.

Kepentingan Amerika sebagai pemasok alutsista kepada negara-negara arab yang kaya minyak, dapat berjalan mulus jika propaganda bahaya laten Iran terus diasumsikan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved