Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Muhasabah Keduapuluh Lima: Mencari yang Hilang di Malam-malam Ganjil

Pertanyaan yang paling penting pada malam-malam ini bukan hanya: apakah ini Lailatul Qadr?.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TRIBUN OPINI - Salman Ahmad Alumnus IMMIM & Pakar Ikatan Alumni Timur Tengah 

Namun dibalik itu, ada hal-hal yang kadang memudar yaitu: kesadaran bahwa ia sedang menghadap Allah, rasa butuh yang sangat intens kepadaNya, keterlibatan hati yang menjadikan ibadah sebagai perjumpaan, dan bekas batin yang seharusnya tertinggal setelah salam.

Di sinilah, agaknya, letak ironi kehidupan beragama hari ini. Kita tentu tidak kekurangan aktivitas keagamaan.

Masjid-masjid tetap penuh, aktivitas buka puasa bersama masih terus berjalan, suasana saf masjid di subuh hari pun masih padat.

Yang sering menipis justru daya hidup di dalam keberagamaan itu.

Kita masih berdiri dalam shalat, tetapi pikiran pun tetap sibuk di tagihan, notifikasi, urusan pekerjaan, atau kecemasan yang lain.

Punggung membungkuk dalam rukuk, tetapi ego tetap bertengger, kala kalimat subhana rabbial azim diucapkan.

Dahi menyentuh tanah, tetapi tidak selalu kita merasa rendah, hina-dina di hadapanNya.

Ayat dibaca, bahkan kadang dengan tartil yang baik, tetapi tak ada satu pun yang tertahan cukup lama untuk mengusik cara hidup.

Barangkali itulah sebabnya malam-malam terakhir Ramadhan terasa begitu penting.

Ia memberi jeda. Dan dalam hidup yang terlalu bising, jeda adalah kemewahan rohani yang langka.

Di dalam jeda itulah, manusia kadang mulai mendengar kembali sesuatu yang lama tertutup oleh kebiasaan.

"Kisah Al-Fudhail bin ‘Iyadh sering dikenang karena ia adalah contoh ekstrem tentang bagaimana batin yang paling keras sekalipun bisa melunak.

Sebelum dikenal sebagai ulama besar, ia adalah pemimpin penyamun yang ditakuti.

Namun, saat ia sedang memanjat pagar untuk mengejar maksiat, sebuah ayat dari kejauhan menyentuh pendengarannya: “Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (QS al-Hadid: 16).

Fudhail tidak turun dari pagar itu sebagai orang yang sama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved