Opini
Merawat Kemabruran Puasa 4: Mengontrol Tabungan Spiritual
Kakak beradik ini juga memilih profesi dan karakter berbeda. Habil memilih bercocok tanam dan Qabil memilih beternak binatang.
Oleh: Nasaruddin Umar
Menteri Agama Republik Indonesia
TRIBUN-TIMUR.COM - Perkawinan Adam-Hawa melahirkan beberapa anak kembar dengan jenis kelamin berpasang-pasangan.
Anak pertamanya ialah Habil dan kembar perempuannya, lalu disusul dengan sepasang anak kembar berikutnya, yaitu Qabil dan kembar perempuannya.
Menurut ketentuan, Habil mestinya dijodohkan dengan kembaran Qabil dan Qabil dijodohkan dengan kembaran Habil.
Namun Qabil menolak ketentuan itu karena pasangan Habil tidak secantik gadis kembarannya.
Kecemburuan, kebencian, dan dendam mulai merasuk di dalam diri Qabil.
Sebaliknya budi baik dan kearifan mulai tertanam di dalam diri Habil.
Kakak beradik ini juga memilih profesi dan karakter berbeda.
Habil memilih bercocok tanam dan Qabil memilih beternak binatang.
Ketika keduanya diminta mengeluarlan zakat dan infaknya, Habil mempersembahkan hasil tanaman yang berkualitas tinggi, sedangkan Qabil mempersembahkan binatang yang kurus dan kecil.
Akhirnya Tuhan menerima persembahan Habil dan menolak persembahan Qabil.
Tentu saja orang tuanya, Adam dan Hawa, lebih respek kepada perilaku Habil ketimbang Qabil yang selalu menampilkan perbuatan tidak terpuji.
Akumulasi kebencian dan kecemburuan berkecamuk di hati Qabil lalu muncul niat buruk untuk membunuh kakaknya, Habil.
Al-hasil, Qabil mengambil batu besar lalu dipukulkan ke kepala Habil dan Habil jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Inilah pembunuhan pertama dalam sejarah kemanusiaan.
Menag Nasaruddin Umar
KH Nasaruddin Umar
AG Prof KH Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Profil Nasaruddin Umar
Profil KH Nasaruddin Umar
Prof Dr KH Nasaruddin Umar M.A
| Demokrasi yang Malnutrisi |
|
|---|
| Putusan MK dan Runtuhnya Praktik Multi-Audit Perkara Korupsi |
|
|---|
| Katto Bokko: Meneropong Masa Depan Petani Muda Indonesia |
|
|---|
| Ketika Laki-laki Memilih Diam: Kerentanan Bunuh Diri dalam Perspektif Emile Durkheim |
|
|---|
| Padepokan Saung Taraju Jumantara dan Rapuhnya Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-17-NASARUDDIN-UMAR.jpg)