Kontroversi Kasus Epstein dan Jejaringnya
Epstein sendiri kini sudah tewas di dalam penjara saat berlangsung proses pengadilan di tahun 2019
Keberanian para korban mau tidak mau menuntut kasus ini diperiksa secvara transparan. Perilisan dokumen Epstein Files—termasuk melalui upaya hukum seperti Epstein Files Transparency Act pada 2025—menunjukkan bahwa desakan publik dan tuntutan para netizen yang terus menyuarakan pembelaan kepada nasib para perempuan dan anak yang menjadi korban Epstein bukan tidak mungkin akan menghasilkan keadilan bagi korban.
Walau pun sulit berharap kasus ini akan terkuak seratus persen. Namun demikian, keberanian korban dan dukungan para netizen akan membuka peluang dikembangkannya proses penegakan hukum yang berperspektif korban. Kita harus terus melawan ketidakadilan dan menyerukan aksi stop terahdap impunitas elite.
Tidak boleh ada kesepakatan tertutup dalam kasus perdagangan manusia dan eksploitasi seksual, siapa pun pelakunya. Dokumen Epstein harus benar-benar dibuka, dan nama-nama yang terlibat—baik pelaku maupun pelindung—harus diusut. Lembaga peradilan yang kini menangani kasus Epstein harus memiliki kepekaan gender dan tidak mensubordinasi serta merugikan korban.
Kasus Epstein bagaimana pun telah menelanjangi sisi gelap struktur sosial kita. Kita tidak bisa lagi berasumsi bahwa sistem akan melindungi kita. Perempuan harus terus membangun solidaritas, bersuara, dan memaksakan pertanggungjawaban saat sistem menolak melakukannya.
Gerakan solidaritas terhadap nasib perempuan dan anak yang menjadi korban Epstein terus perlu dibangun dan dikembangkan agar di kemudian hari tidak lagi terjadi kasus yang sama.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260219-Bagong-Suyanto.jpg)