Opini Tasrief Surungan
Mengawali Ramadhan dengan Benar
Kalender Hijriah Global Global jika dicermati, sesungguhnya mencampur adukkan antara Garis Tanggal Kalender Masehi. Ini sebuah kekeliruan besar.
Kecuali jika cuaca mendung, hilal tak tampak di daerah tersebut.
Pada penghujung malam, di setiap akhir bulan sepanjang tahun, yaitu malam ke-27, ke-28, hilal muncul di ufuk Timur pada subuh hari.
Malam ke 29 (bulan mati), tidak lagi tampak, sebab Bulan (Moon) memasuki fase ijtimak (konjungsi).
Setelah itu, hilal muncul kembali di ufuk Barat saat maghrib menandai pergantian awal bulan.
Menarik saat Alquran menyebut hilal sebagai "tanda waktu".
Sebab yang disebut tanda, tentu ada kenampakan (visibilitas).
Kenampakan hilal bergantung pada keberadaan cahaya matahari serta kondisi cuaca.
Bulan adalah benda langit yang merupakan satelit bumi. Sedangkan hilal adalah bagian bulan yang bercahaya yang dikenai sinar matahari.
Tanpa sinar matahari, tidak akan ada hilal, atau jika cuaca mendung.
Kekeliruan bagi "penganut hisab", adalah karena Hilal disamakan maknanya dengan Bulan.
Alquran menggunakan kosa kata "Qomar" sebagai benda langit. Misalnya pada Shurah 36 (Yasin) yaitu ayat 39 dan 40. Kosa kata ini juga menjadi nama dari salah satu Shurah, yaitu Shurah ke-54, Al-Qomar.
Jadi, Alquran secara tegas membedakan antara Hilal dan Bulan (Moon). Ada kemungkinan, anggapan bahwa hilal sama saja dengan bulan adalah kerena kosa kata Indonesia menggunakan bulan untuk keduanya, bulan sabit untuk hilal dan Bulan sebagai benda langit.
Bahkan durasi waktu 30 hari juga dusebut bulan (month). Bahasa Arab menggubakan kosa kata yang juga berbeda, yaitu Syahrun, misalnya Syahru Ramadhan untuk Bulan Ramadhan (The Month of Ramadhan).
Bulan Ramadhan 1447 H
Pertanyaan paling penting dijawab saat ini adalah kapan sebenarnya awal Ramadhan Tahun 1447 H.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/16022026-TasrifSurungan.jpg)