Opini Tasrief Surungan
Mengawali Ramadhan dengan Benar
Kalender Hijriah Global Global jika dicermati, sesungguhnya mencampur adukkan antara Garis Tanggal Kalender Masehi. Ini sebuah kekeliruan besar.
Oleh: Tasrief Surungan
Anggota Dewan Profesor Unhas/Kaprodi S3 Fisika Unhas/Plt WR1 Unsulbar
TRIBUN-TIMUR.COM - Kita sedang menghitung hari dalam memasuki Bulan Ramadan 1447 H.
Sudah sering terjadi, umat Islam di tanah air dihadapkan pada perbedaan awal Ramadan.
Akar masalahnya sebagaimana yang telah sering saya uraikan adalah masalah definisi tentang hilal.
Jadi bukan karena perbedaan metode yang digunakan, bukan karena perbedaan antara hisab atau rukyat.
Tulisan ini kembali berupaya mengulas upaya penyatuan awal bulan untuk persatuan umat.
Hilal dan Bulan
Alquran menyebut hilal dan Bulan secara terpisah. Bahasa Inggrisnya, Crescent dan Moon.
Di Surah Al-Baqarah ayat 189 disebutkan bahwa hilal adalah tanda waktu bagi manusia dan tanda haji.
Ayat ini berada dalam klaster ayat-ayat tentang puasa Ramadan.
Definisi hilal oleh Alquran sangat efisien dan efektif serta operasional. Alquran menyebut hilal dalam bentuk jamak, yaitu Ahillah. Kenapa jamak? Karena hilal, sebagai bagian bulan yang bercahaya yang tampak dari Bumi, bentuknya berubah setiap malam.
Hilal adalah bagian Bulan yang memantulkan cahaya Matahari yang tampak dari Bumi.
Pada setiap awal bulan (malam Tanggal 1 dari Kalender Hijriah, bukan Masehi), ia muncul sesaat setelah magrib lalu lenyap.
Pada malam berikutnya, bentuknya lebih tebal, dan semakin tebal hingga purnama pada pertengahan bulan (month).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/16022026-TasrifSurungan.jpg)