Opini Tasrief Surungan

Perlu Modifikasi Konsep Wujudul Hilal Haqiqi untuk Persatuan Umat

Saya ingin menjelaskan kronologis kenapa tema ini ditampilkan dalam ruang publik, yang berpeluang mengundang silang pendapat.

DOK TRIBUN TIMUR
Guru Besar Universitas Hasanuddin ( Unhas ) Makassar, Prof Tasrief Surungan PhD 

Oleh: Tasrief Surungan
Profesor Fisika Teoretik FMIPA Unhas, Anggota Dewan Profesor Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Saya menyambut baik dan gembira atas tanggapan Bapak Mahsyar Idris (Opini Tribun, 18 Juli 2022), yang mencoba mengkriktisi pandangan saya yang sudah menjadi diskusi di banyak ruang publik.

Saya senang karena tanggapan tersebut mengindikasikan bahwa kita semua merindukan persatuan umat.

Karena tujuan sama, maka mari kita sepakat menguji kebenaran konsep wujudul hilal hakiki (WHH) dalam suatu dialog atau debat ilmiah terbuka.

Ini penting dalam rangka mencari solusi dari perbedaan pendapat yang saling kontradiktif, seperti hari raya ganda tahun ini.

Saya ingin menjelaskan kronologis kenapa tema ini ditampilkan dalam ruang publik, yang berpeluang mengundang silang pendapat.

Latar-belakangnya adalah keresahan banyak pihak akan seringnya terjadi perayaan hari raya ganda.

Ini bermula dari diskusi di sebuah grup WhatsApp, namanya Senter-Senter Bella (SSB). Anggotanya rata-rata dosen dan alim ulama. Ada pula yang berlatar belakang sebagai politisi dan birokrat serta jurnalis.

Beberapa nama yang cukup masyhur, antara lain adalah Prof Qasim Mathar dan sejumlah tokoh yang tidak mungkin disebut satu-demi satu.

Dalam suatu sesi diskusi, saya membuat catatan bahwa kelihatannya, agar masalah perbedaan awal bulan tidak berlarut-larut, maka problema ini perlu diangkat dalam debat intelektual, sehingga menjadi perbincangan publik.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved