Refleksi Bola Bundar
Refleksi Bola Bundar: Tak Percaya Atas Keputusan Sendiri
Sayang sekali jika PSSI terus mengimpor wasit dari luar negeri. Bisa-bisa lapangan kerja untuk wasit Liga 1, beralih ke Liga 2.
Kebobolan cepat jala PSM saat melawan Bali United sangat terasa benar karena absennya Victor Luis, pemain yang mendampingi Yuran dan Alosius Neto, di bek kiri. Posisi yang ditinggalkan Sahrul Lasinari yang dikaertumerahkan wasit juga menyimpan kepincangan bagi pertahanan PSM yang kewalahan dibebankan kepada Yuran yang terkadang agak kewalahan ‘sprint’ dengan pemain lawan.
Catatan penting dari pertandingan ini adalah waspada pada lima menit pertama. Bukan lagi 10 menit pertama. Pada kesempatan yang sama, lakukan sesuatu yang mengejutkan pada rentang waktu awal yang kritis itu. Lakukan seperti yang terjadi ketika melawan Borneo FC, tetapi siaga satu menghadapi kemungkinan yang terjadi seperti saat melawan Malud United dan Bali United yang menggetarkan jala PSM sangat dini.
Yang tidak kalah penting, hindari melakukan kesalahan dan pelanggaran yang dapat berbuah kartu. Sekarang wasit ‘mulai oleng’ dengan keputusannya sendiri setelah adanya VAR. JIka dia putuskan sendiri, enggan pergi menengok VAR. Apalagi, jika tidak ada komunikasi dengan wasit yang menongkrongi alat bantu wasit itu. Ya, itulah sepak bola. Bola tetap bundar dan wasit tetap manusia yang selalu dihantui keraguan dan kesalahan. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/12112025Dahlan-Abubakar.jpg)