Refleksi Bola Bundar
PSM Makassar: Awal Bagus Berakhir Tragis
Ayolah A Amiruddin. Di tanganmu, PSM juga bisa berprestasi ditukangi pelatih kelahiran daerah sendiri. Kobarkan semangat Ramang di dada pemain PSM
Oleh: M Dahlan Abubakar
Penulis Buku “Satu Abad PSM Mengukir Sejarah”
TRIBUN-TIMUR.COM - Sepeninggal pelatih asal Portugal Bernardo Tavares, para pecinta PSM Makassar bertanya siapa gerangan yang akan menukangi PSM menghadapi Arema FC di Gelora BJ Habibie, Ahad (19/10/2025) malam. Ternyata pilihan Manajemen PSM tidak jauh. Ahmad Amiruddin, pemain kelahiran Bone 3 Oktober 1982 yang pernah beberapa kali memperkuat tim nasional menempati kursi pelatih yang kosong ditinggal Tavares.
Pada babak pertama laga PSM vs Arema FC, Amiruddin berhasil menerapkan karakter permainan cepat PSM Makassar yang selama ini menjadi ikonnya. Itu terjadi saat Victor Luiz menciptakan gol cepat pada menit ke-5 pertandingan yang diguyur hujan dengan penonton yang tidak begitu membludak itu. Gol ini ternyata mampu bertahan hingga babak pertama usai.
Pada babak kedua, PSM tidak mengubah taktik. Justru Marco Santos yang menukangi Arema mampu melihat kelemahan permainan PSM di babak pertama dengan menggencarkan serangan dari kedua sayap pertahanan “Juku Eja”. Dua gol yang menggetarkan jala Hilman Syah lahir dari kedua sayap ini. Dan, ironisnya, merupakan dua “assist’ dari pemain yang sama, John Alfarisi.
Gol pertama yang lahir dari sisi kanan Hilman Syah berasal dari umpan John Alfarisi yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Valdecy melalui tendangan keras menggantung yang gagal dihadang Hilman Syah.
Begitu pun gol kedua, lahir dari umpan tarik John Alfaarisi yang tidak terjaga. Arkan Fikri dengan tendangan keras kembali berhasil menaklukkan Hilman Syah 2-1.
Mengamati jalannya pertandingan itu, saya melihat para pemain PSM banyak kehilangan bola melalui umpan-umpan yang lebih cepat diserobot pemain lawan. Begitu pun dengan umpan pendek juga kerap tidak akurat. Yang sangat sulit adalah bermain “one two” di kotak penalti, nyaris tidak terjadi karena pertahanan pemain lawan yang sangat rapat dan ketat.
Sebaliknya, ketika PSM diserang, para pemain Arena justru mampu merajalela di lapangan tengah sebelum mengumpan bola ke kedua sisi pertahanan PSM. Hal inilah yang membuat dua bola yang menggetarkan jaring Hilman Syah.
Akurasi dalam pengolahan bola juga menjadi titik lemah penampilan PSM. Bola yang diumpan terkadang terlalu kencang. Jika tidak, terlalu pendek sehingga jatuh ke pemain lawan. Ini yang banyak terjadi.
Masuknya Risky Eka membuat sayap kanan PSM menjadi hidup. Hanya persoalannya, saat bola diangkat ke depan gawang Ady Satryo, pemain PSM selalu kalah duel udara dengan pemain belakang Arema.
Akibat kesulitan memperoleh ruang tembak yang lapang di daerah terlarang, banyak pemain PSM melakukan tendangan spekulasi. Hanya satu tendangan yang nyaris menghasilkan gol ketika Victor Luiz melepaskan tendangan keras yang menghantam mistar gawang Ady Satryo. Selebihnya, banyak tembakan pemain PSM tidak terarah ke gawang. Beberapa kali memang menuju sasaran, namun agak lemah dan tepat di pelukan kiper lawan.
Kini, PSM baru menjalani separuh laga pada paruh pertama musim kompetisi. Masih cukup banyak waktu bagi Ahmad Amiruddin membenahi tim .Terus berdiskusi dengan timnya untuk mengevaluasi pertandingan yang baru usai. Pelatih dengan tinggi badan 174 cm ini dengan pengalaman sebagai striker dan gelandang ini saya yakin bisa memberikan yang terbaik bagi PSM pada laga-laga sisa.
Evaluasi selalu menjadi penting untuk melihat kembali kekurangan pertandingan yang sudah diselesaikan dan dijadikan modal menghadapi pertandingan berikutnya. Seperti juga mendiang Ramang, sebelum pertandingan berlangsung ada diskusi-diskusi kecil menjelang pertandingan untuk merancang strategi dan taktik. Menerapkan kode-kode tertentu untuk mengelabui lawan, seperti juga yang pernah dilakukan Ramang, Suwardi Arlan, dan Noorsalam dalam paket trio PSM yang sangat terkenal itu. Mereka sudah saling maklum. Jika seseorang memegang bola, maka dia akan seperti apa “memenej” dan dengan cara apa bola itu dikirim anggota trionya.
Ayolah A Amiruddin. Di tanganmu, PSM juga bisa berprestasi ditukangi pelatih kelahiran daerah sendiri. Kobarkan semangat Ramang di dada pemain PSM Makassar. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-06-m-dahkan-penulis-opini.jpg)