Refleksi Bola Bundar
Refleksi Bola Bundar: Mental Petarung Juku Eja Sambut Persebaya di Stadion BJ Habibie
Keperkasaan Ayam Jantah dari Timur kemudian dibuktikan Hilman Syah, Yuran Fernandes, Savio Roberto, Daisuki Sakai, dan Alex Tanque.
Oleh: M Dahlan Abubakar
Penulis Buku “Satu Abad PSM Mengukir Sejarah”
TRIBUN-TIMUR.COM - Ada yang menarik dari komentar pelatih PSM Tomas Trucha usai anak asuhannya membungkam tuan rumah Persis Solo 4-3 di kandangnya, Stadion Manahan, Sabtu (29/11/2025).
“Ini pertandingan yang menarik ditonton,” ucap Tomas Trucha kepada awak media yang meminta komentarnya atas hasil sempurna timnya pada laga pekan ke-12 tim yang belum sebulan dia tangani ini.
Saya menilai komentar tersebut lahir dari penampilan anak-anak PSM yang berjiwa dan bermental petarung. Tidak kenal menyerah. Bahkan, hingga pertandingan tuntas pun masih mencetak gol. Bahkan jika pun pertandingan ditambah, bisa jadi akan melahirkan gol tambahan.
“Senjata petarung” ini muncul berkobar ketika tuan rumah Persis Solo pada menit ke-9 saat Xendro Schenk memaksa Hilman Syah memungut bola di jalanya. Persis mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum 1-0. Sejatinya, suatu tim yang bukan bermental petarung akan gugup ketika jalanya kebobolan lebih awal.
Begitu pun setelah jeda, menit ke-61, Persis kembali mencetak gol kedua, kedudukan berubah menjadi 2-0, melalui Gervane Kastaneer. Kondisi keunggulan lawan yang signifikan seperti ini boleh jadi akan membuat tim lawan jatuh mental. Namun tidak bagi tim sekelas PSM yang terkenal dengan banyak julukan. “ Tim Juku Eja, Ayam Jantan dari Timur, Pasukan Ramang, dan Laskar Pinisi” Tidak ada tim sepak bola di Indonesia yang memiliki lebih dari satu julukan.
Keperkasaan “Ayam Jantah dari Timur” ini kemudian dibuktikan Yuran Fernandes, saat berhasil menghentikan produksi gol tuan rumah menjadi 2-1 pada menit ke-69 melalui titik penalti. Gol ini lahir saat Clayton Santos menahan dengan kaki Alex Tanque yang hendak melepaskan tembakan ke gawang Persis. Wasit Asep Yandis sempat menengok Video Asisstant Referee (VAR) sebelum bulat memutuskan hadiah penalti. Dan klop, memang terjadi pelanggaran. Yuran pun menjadi eksekutor. Sukses.
Tak berhenti di situ. PSM mampu menyamakan kedudukan tiga menit kemudian, menit ke-72, melalui Savio Roberto. Skor 2-2. Namun pada menit ke-79, tuan rumah kembali unggul 3-2 melalui “brace” (mencetak dua gol dalam satu pertandingan) Garvane Kastaneer, legiun asing Persis asal Curacao.
Mental petarung PSM mendidih. Daisuki Sakai yang bertubuh mungil namun lincah dan masuk sebagai pemain pengganti, menghentakkan penonton Stadion Manahan Solo melalui golnya pada menit ke-86, kedudukan 3-3.
Mental petarung pemain PSM tidak berhenti. Empat menit kemudian, Alex Tanque yang gagal mencetak gol pada menit ke-65 lantaran ditekel Clayton Santos, akhirnya mengunggulkan PSM 4-3.
Itulah mental petarung para pemain PSM. Mental petarung adalah sikap dan perilaku yang kuat, tangguh, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Dalam hal ini, saat keunggulan berada pada tim lawan, Persis Solo, yang melaju dengan skor 2-0.
PSM adalah tim petarung. Tim yang berani menghadapi tantangan dan mengambil risiko. Ini tecermin dalam prinsip “ewako” (‘ayo atau semangat, tetapi yang pengertian lain dimaknai sebagai, hadapi atau lawan) demi mempertahankan “siri’ na pacce” (harga diri). Tabah dalam menghadapi tantangan, dalam hal ini terhadap keunggulan tim lawan. PSM mampu tampil fokus dan siap menghadapi tantangan.
Di bawah pelatih Tomas Trucha PSM mencetak kemenangan ketiga secara beruntun. Pada tanggal 9 November 2025, PSM menang 1-0 di kandang Dewa United. Unggul telak 5-0 atas PSBS Biak di Gelora BJ Habibie, 21 November 2025. Terakhir menekuk Persis Solo 4-3 di Stadion Manahan, 29 November 2025. Sebelumnya, PSM mengukir kemenangan pertama atas Persija Jakarta 2-0 di Gelora BJ Habibie 21 September 2025.
Mudah-mudahan, mental petarung ini akan terus membawa PSM sebagai tim pemenang dalam setiap laga berikutnya. Termasuk laga PSM Makassar vs Persebaya pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Stadion BJ Habibie, Parepare. Ewako PSM.(*) (Kanca, Bima, 1 Desember 2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/12112025Dahlan-Abubakar.jpg)